Suara.com - Dalam live streaming bersama sejumlah pro player, Marsha menyampaikan pujiannya terhadap sosok Jess No Limit. Menjadi pelopor dunia esports di Indonesia, Marsha lalu mengakui pengaruh besar pro player tersebut.
Menurut Marsha, Jess No Limit memiliki pengaruh besar sehingga mampu membuat sebuah games dianggap sangat mahal. Tidak main-main, menurutnya, pro player yang kini telah pensiun ini cukup berani menaruh harga yang mahal untuk tiap game.
"Games itu dinilai mahal karena Jess No Limit juga. Dia itu gamer yang berani taruh harga mahal gitu," jelas Marsha.
Lebih lanjut, Marsha menyebut Jess No Limit sebagai kiblat di dunia esports Tanah Air. Tak jarang sosok pro player bernama Tobias Justin ini dikenal sebagai pelopor esports di Indonesia yang semakin berkembang karenanya.
"Awalnya, sebelum gue sama Donkey terkenal lah dan banyak juga yang lainnya, dia (Jess No Limit) itu kaya kiblat" lanjutnya menjelaskan.
Wajar rasanya jika Marsha menyebut Jess No Limit sebagai pelopor esports di Indonesia. Pasalnya, selain dikenal berpengaruh pada perkembangan Mobile Legends di Tanah Air, nama Jess No Limit kerap kali ikut membawa besar nama game lainnya.
Sosok Jess No Limit memutuskan untuk pensiun dari pro scene Mobile Legends saat namanya sedang begitu naik daun. Mantan pentolan EVOS Esports ini memutuskan untuk fokus menjadi content creator dengan berkarir di YouTube.
Berita Terkait
-
5 Artis Dibaptis Saat Sudah Dewasa, Ada yang Sampai Dua Kali!
-
Profil dan Biodata Livy Renata, Brand Ambassador Tim E-Sport yang Jago 4 Bahasa
-
Lama Hengkang, Ini Alasan Jess No Limit Pensiun Jadi Pro Player
-
Majukan Esports di Indonesia, IESPA Resmi Menginduk ke PBESI
-
El Rumi Pajang Foto Ngenes Dapat Lemparan Buket Bunga, Komentar Maia Estianty Disorot
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan