Suara.com - Epson meluncurkan rangkaian proyektor laser terbarunya atau yang disebut Compact High Brightness Laser Projectors mulai dari 6.000 hingga 10.000 lumens.
Total ada empat model yang ditawarkan Epson, yakni EB-PU1008B, EB-PU2010B, EB-PU1006W, dan EB-PU1007W. Empat proyektor Epson ini membawa varian warna putih dan hitam.
"Proyektor ini dirancang untuk menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan untuk memenuhi spektrum kebutuhan yang luas, untuk menghadirkan gambar yang terang dan nyata di berbagai area termasuk perusahaan, pendidikan, dan aplikasi signage digital," kata Head of Product Marketing Visual & Instrument PT Epson Indonesia, Zanipar Siadari, dalam keterangan resminya, Senin (14/2/2022).
Proyektor baru ini dilengkapi teknologi 3LCD milik Epson untuk memproduksi warna cemerlang dan sesuai warna asli yang menjadikannya cerah dan hidup. Keunggulan lainnya yakni tiada efek pelangi, yang membuat pengalaman menonton lebih nyaman.
Dengan rasio kontras tinggi serta fitur peningkatan 4K, proyektor ini mampu menghadirkan gambar yang tajam hingga ke tampilan terkecil untuk pengalaman imersif.
Proyektor ini juga mendukung HDR10 dan Hybrid Log-Gamma untuk perincian yang lebih tepat ke konten terang dan gelap, meningkatkan semangat dan kontras untuk tampilan yang optimal.
Berkat paket laser 4-in-1 revolusioner, proyektor ini memiliki desain yang ringkas dan ringan, menghemat ruang penyimpanan, dan membuat pemasangan menjadi mudah.
Sumber sinar lasernya juga memungkinkan penggunaan bebas perawatan hingga 20.000 jam. Filter udara eksternal ELPAF63 opsional mampu mengurangi interval perawatan di lingkungan berdebu, seperti pusat perbelanjaan, museum, dan pameran.
Epson PU-series ini memiliki fungsi Near Field Communication (NFC) bawaan yang bekerja dengan Alat Konfigurasi Proyektor Epson. Aplikasi intuitif ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa informasi proyektor mereka secara efisien, menyelesaikan diagnosis, mengkonfigurasi jaringan, dan mengubah pengaturan proyeksi bahkan ketika proyektor dimatikan.
Baca Juga: Printer Epson Monna Lisa Evo Tre 16 Meluncur di Indonesia
Ini dapat dilakukan hanya dengan menempatkan smartphone yang kompatibel dengan NFC di atas tanda NFC pada proyektor.
Aplikasi baru ini memungkinkan pengelolaan yang mudah hingga 100 proyektor, mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan, secara drastis meningkatkan waktu penyelesaian dan meningkatkan efisiensi proses.
Pengintegrasian sistem juga akan mendapatkan manfaat dari Open Web API dalam Epson PU-series. Ini memungkinkan penerapan perintah sederhana untuk mengontrol proyektor, membuatnya lebih mudah untuk diintegrasikan dengan sistem pengguna akhir yang ada.
Epson PU-series sesuai dengan berbagai lensa Epson. Ini memungkinkan proyeksi pada ruang melengkung dan sudut, serta kemampuan untuk memproyeksikan proyeksi multi-arah tanpa batas dengan rotasi 360 derajat, tanpa kehilangan kecerahan gambar.
Pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan posisi, kecerahan, dan warna dengan perpindahan lensa bermotor dan rentang perpindahan lensa yang lebih luas. Rentang pergeseran lensa lebih luas ini membantu mengoptimalkan presisi penyesuaian.
Sedangkan inovasi motor yang baru diadopsi membuat penyesuaian jadi presisi saat menggunakan teknik proyeksi, seperti penggabungan tepi dan penumpukan proyektor, agar sesuai dengan bidang yang luas dalam penempatan proyektor.
Berita Terkait
-
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru
-
Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya
-
Epson: Teknologi Digital Dye-Sublimation Percepat Transformasi Industri Cetak Tekstil Asia Tenggara
-
Epson Mantapkan Strategi 2026 untuk Indonesia: Energi Efisien dan TKDN
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih