Suara.com - Langkah besar sedang disiapkan Epson untuk menyambut Tahun Fiskal 2026. Bukan sekadar mengejar angka penjualan, raksasa teknologi ini mengubah arah permainan dengan fokus pada efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan TKDN di Indonesia.
Strategi ini dipaparkan Epson dalam Forum Discussion Group (FGD) saat Media Gathering 2026 di Bangkok, 11–13 Februari 2026, yang mempertemukan jajaran manajemen regional dengan jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia.
Epson melihat perubahan lanskap industri sebagai peluang, bukan ancaman. Di tengah tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih hijau, perusahaan ini menegaskan bahwa performa tinggi dan konsumsi daya rendah bisa berjalan beriringan.
Teknologi cetak hemat energi menjadi ujung tombak, terutama untuk segmen Business-to-Business (B2B) yang kini semakin selektif dalam memilih perangkat. Perusahaan-perusahaan di Indonesia membutuhkan printer dengan kecepatan dan produktivitas tinggi, tetapi tetap efisien untuk memangkas biaya operasional dan jejak karbon.
Transformasi ini bukan hanya soal spesifikasi produk, melainkan tentang membangun ekosistem teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri nasional. Epson menilai bahwa tren efisiensi energi akan terus menguat, terutama di sektor korporasi, manufaktur, hingga pendidikan yang tengah bergerak menuju digitalisasi menyeluruh.
Tak berhenti pada inovasi teknologi, Epson juga mempertegas komitmennya terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Di Indonesia, TKDN bukan sekadar angka administratif, melainkan simbol keberpihakan pada industri nasional. Dengan meningkatkan kandungan lokal dalam proses produksi dan distribusi, Epson ingin memperkuat daya saing produk sekaligus mendukung pertumbuhan manufaktur dalam negeri.
Strategi peningkatan TKDN ini selaras dengan dorongan pemerintah Indonesia untuk membangun rantai pasok yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Bagi Epson, kolaborasi dengan mitra lokal membuka ruang transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, serta penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih luas.
Di sisi Business-to-Consumer (B2C), Epson juga bersiap meluncurkan lini produk inovatif yang dirancang untuk menjawab kebutuhan rumah tangga modern dan pelaku usaha kecil. Penguatan manajemen merek, distribusi yang lebih adaptif, percepatan layanan, hingga optimalisasi purna jual menjadi bagian dari strategi menyeluruh. Pasar Indonesia yang dinamis menuntut respons cepat dan pendekatan yang relevan secara lokal.
Akselerasi digital turut menjadi perhatian utama. Dunia pendidikan dan sektor korporasi di Indonesia kini berada dalam fase transformasi besar, di mana kebutuhan perangkat hemat energi dan berkelanjutan semakin mendesak. Epson membaca momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas kontribusinya dalam mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan.
Baca Juga: Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
Diskusi interaktif dalam FGD juga mengangkat berbagai isu krusial, mulai dari tantangan adopsi teknologi, tren pasar regional, hingga hambatan infrastruktur di sejumlah daerah Indonesia. Masukan tersebut menjadi amunisi penting bagi Epson dalam menyusun langkah yang lebih presisi dan adaptif.
Dengan kombinasi inovasi printer hemat energi, penguatan TKDN, serta strategi yang disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia, Epson menatap 2026 dengan optimisme tinggi. Bukan hanya sebagai pemain teknologi, tetapi sebagai mitra transformasi industri yang ingin tumbuh bersama Indonesia — lebih hijau, lebih efisien, dan lebih kompetitif di panggung global.***
Berita Terkait
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
-
Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
-
Kaesang Pangarep: Kirab Budaya PSI Hidupkan UMKM dan Seniman
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia