Suara.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan mendaftarkan Aksara Kawi ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI), tahun ini.
Hal ini merupakan bagian dari upayanya untuk melestarikan warisan budaya Nusantara melalui digitalisasi.
Aksara Kawi juga akan didaftarkan sebagai Internationalized Domain Names (IDN), yang memungkinkan orang di seluruh dunia menggunakannya sebagai nama domain atau pemrograman komputer.
Wakil Ketua PANDI, Heru Nugroho menuturkan bahwa Aksara Kawi merupakan aksara induk yang sudah digunakan dalam kurun waktu yang sangat lama.
Digunakan di banyak daerah di Nusantara seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.
"Dengan masuknya Aksara Kawi ke Unicode kemudian menjadi peluang untuk revitalisasi Aksara Kawi di dunia digital yang akan didukung penggunaannya melalui SNI," kata Heru.
Jika sudah hadir di ranah digital, dia menambahkan, tentu akan sangat bermanfaat dalam ranah akademis dan sejarah.
Saat ini, Kawi sudah masuk ke dalam draft Unicode 15 dan sudah masuk ke Amandemen ISO/IEC 10646 yang akan rilis akhir 2022.
Selain itu, Aksara Kawi sudah mendapat dukungan dari komunitas pengguna dan Pemerintahan Daerah Kediri.
Baca Juga: Pandi Targetkan Pengguna Nama Domain .id Naik 38 Persen di 2022
Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum Aksara Kawi sudah bisa didaftarkan ke BSN dan pengajuan IDN ke ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).
"Kita sudah menyiapkan konsep untuk RSNI dengan memajukan usulan Program Nasional Penyusunan Standar (PNPS)," tambah Heru.
Pandi mendengar bahwa Kementerian Agama mengusung Aksara Pegon ke BSN untuk segera memperoleh SNI, sehingga Pandi bisa mendaftarkan Pegon sebagai Internationalize Domain Name (IDN) ke lembaga internet dunia (ICANN).
Aksara Kawi dan pegon sudah diusulkan melalui website sispk.bsn.go.id.
Saat ini, dalam tahap proses publikasi oleh BSN untuk menjaring pendapat masyarakat.
Setelah selesai dalam kurun waktu 30 hari, selanjutnya akan diajukan ke KKPS untuk rekomendasi penetapan menjadi PNPS. [Antara]
Berita Terkait
-
Pandi Gelar Sayembara Website Beraksara Lontara
-
Marketplace Domain.id Resmi Diluncurkan, Tawarkan Harga Bersaing
-
Setelah Bahasa Jawa, Pandi Segera Daftarkan 5 Domain Bahasa Daerah ke ICANN
-
Pandi Gelar Sayembara Pembuatan Web Berkonten Aksara Jawa
-
Pandi Segera Luncurkan Nama Domain dengan Aksara Jawa Hanacaraka
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
6 HP dan Tablet Terbaru Redmi April 2026: Ada Ponsel Murah hingga Flagship Gaming
-
49 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 April 2026: Ada Pemain 117-119, Shards, dan Gems
-
5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 April 2026: Raih Sea Splatter, M82B, dan Diamond
-
Gen Z Indonesia Makin Aktif Pakai AI dan Google Search, Angkanya Tembus 89 Persen
-
realme C100 Siap Debut di Indonesia, Bawa Desain Blooming
-
Game Sepak Bola Total Football VNG Resmi Hadir di Indonesia dengan Lisensi FIFPro
-
YouTube Blokir Akun Berusia Kurang dari 16 Tahun, Begini Penjelasan Aturan Komdigi
-
Cek Fakta: Benarkah Kemarau 2026 di Indonesia Jadi Terparah dan Terburuk dalam 30 Tahun?
-
5 Hero Counter Cici Terbaik untuk Menang di Mobile Legends, Andalan EXP Lane dan Jungler