Suara.com - Samsung resmi meluncurkan Galaxy Tab A8 ke Indonesia pada Januari lalu.
Tablet ini dirancang untuk kebutuhan seperti bekerja, belajar untuk anak sekolah, hingga hiburan.
"Samsung Galaxy Tab A8 dirancang bagi keluarga yang membutuhkan perangkat teknologi yang mampu mendukung berbagai kegiatan sehari-hari," kata Samsung Indonesia dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (1/3/2022).
Suara.com diberi kesempatan mengulas Samsung Galaxy Tab A8 selama kurang lebih 10 hari. Berikut ulasannya.
Desain dan Layar
Samsung Galaxy Tab A8 membawa ukuran dimensi 246,8 x 161,9 x 6,9mm dengan berat sekitar 508 gram. Tablet ini hadir dalam varian warna Gray, Silver, dan Pink.
Galaxy Tab A8 ini memiliki dua model, yakni Wifi only (3GB/32GB) dan LTE atau kartu SIM (4GB/128GB).
Suara.com kebetulan mendapatkan Galaxy Tab A8 varian Grey dengan Wifi only yang memiliki RAM 3GB dan ROM 32GB.
Di bagian depan ada kamera selfie yang terletak di tengah jika dalam mode horizontal atau bagian samping jika dalam mode vertikal.
Baca Juga: Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S8 yang Diperkenalkan di Indonesia
Sementara bagian belakangnya satu kamera tunggal bersama logo Samsung di masing-masing sudut.
Jika tablet dipakai dalam mode vertikal, bagian atasnya menampilkan dua speaker dan satu lubang kecil mikrofon.
Sementara bagian bawahnya juga ada dua speaker, port USB-C, dan jack audio 3.5mm. Artinya, Samsung Galaxy Tab A8 memiliki total empat lubang speaker.
Di sisi kiri ada slot untuk micro SD, sementara sisi kanannya ada tombol power, pengatur volume, serta lubang kecil mikrofon.
Sementara di bagian layar, Samsung Galaxy Tab A8 mengusung layar berjenis TFT berukuran 10,5 inci, resolusi 1920 x 1200 atau WUXGA, bezel 10,22mm, dan rasio aspek 16:10.
Dengan layar seluas ini, Galaxy Tab A8 cukup nyaman untuk dipakai menonton film ataupun melakukan video conference seperti Zoom atau Google Meet.
Kesan pertama kami saat memegang Galaxy Tab A8 adalah bodinya yang cukup besar.
Jika dipakai dalam mode vertikal, kalian akan susah memegang tablet dengan satu tangan.
Selama pemakaian, kami lebih nyaman untuk memegang tablet dalam mode horizontal.
Satu tangan dipakai untuk menggenggam tablet, satunya lagi untuk mengoperasikan tablet.
Bagian belakangnya terbuat dari bahan karbonat, tapi tetap terasa penuh saat diketuk.
Keunggulan di sana adalah tidak adanya jejak sidik jari jika dipegang, yang berarti tak perlu memerlukan case tambahan agar tidak licin.
Adapun isi boks Samsung Galaxy Tab A8 mencakup satu unit tablet, satu charger 7,8W beserta kabelnya, ejector untuk memasukkan microSD, hingga buku panduan.
Perlu dicatat kalau Samsung Galaxy Tab A8 tidak memberikan case tambahan, sehingga kalian harus membeli aksesori tersebut secara terpisah.
Kamera
Samsung Galaxy Tab A8 mengusung kamera tunggal 8MP dengan Autofocus (AF) di bagian belakang. Sementara kamera depannya membawa resolusi 5 MP.
Bisa dikatakan kamera belakang Samsung Galaxy Tab A8 cukup baik untuk tablet Rp 3 jutaan.
Meskipun tidak terlalu tajam, kamera Galaxy Tab A8 ini mampu menangkap warna dan cahaya cukup bagus.
Tapi itu hanya berlaku untuk kondisi siang dengan cahaya yang terang. Berbeda saat dipakai untuk malam hari.
Ketika malam atau kondisi cahaya redup, kamera Samsung Galaxy Tab A8 tidak bisa menangkap warna dan ketajaman.
Sinar lampu menjadi bias dan kami harus mengambil foto berkali-kali untuk memastikan kualitas kameranya.
Ya sesuai dengan yang disebutkan di awal, Samsung Galaxy Tab A8 memang ditujukan untuk kebutuhan sekolah.
Jadi tidak mengherankan jika kamera yang diberikan hanya sewajarnya saja.
Performa dan Fitur
Samsung Galaxy Tab A8 dibekali prosesor Unisoc Tiger T618 yang dipasangkan dengan RAM 3 GB dan 32 GB, seperti yang kami coba saat ini. Ada juga yang membawa versi RAM 4GB dan ROM 128GB.
Selama pemakaian, tablet ini kami pakai untuk kerja ringan seperti mengetik tulisan, browsing internet, video teleconference, hingga menonton film.
Artikel ini pun kami tulis dengan Galaxy Tab A8 untuk mencoba kemampuannya.
Sejauh ini, tidak ada kendala selama kami mengetik di Galaxy Tab A8.
Untuk kebutuhan browsing dalam mencari informasi dan mengetik juga bisa dilakukan dalam satu waktu.
Salah satu yang kami suka adalah di Samsung Galaxy Tab A8 fitur Multi-Active Windows, yang memungkinkan tablet bisa menjalankan dua aplikasi berbeda secara bersamaan.
Jadi layarnya bisa dibelah menjadi dua, satu di kiri dan lainnya di kanan.
Sebagai contoh, saya mengetik tulisan ini sekaligus browsing soal spesifikasi Galaxy Tab A8.
Saya juga sempat tes menonton video sekaligus menjelajah internet dalam satu layar.
Cara mengaktifkan fitur Multi-Active Windows di Samsung Galaxy Tab A8 bisa dilakukan dengan ketuk tombol strip tiga yang ada di bagian bawah.
Kemudian ketuk ikon logo aplikasi dan pilih opsi 'buka dalam tampilan layar pisah'.
Nah di layar sampingnya akan memperlihatkan beberapa daftar aplikasi yang bisa menjalankan fitur tersebut.
Pengguna hanya tinggal pilih aplikasi mana yang mau di-split screen.
Aplikasi juga bisa ditampilkan dalam bentuk pop up. Mirip dengan split screen, bedanya adalah aplikasi tidak ditampilkan secara penuh dan dibagi dua.
Dengan tampilan pop up, saya bisa menjalankan aplikasi ketiga seperti Spotify untuk mendengarkan lagu selama menulis artikel ini.
Perlu diketahui kalau kami menggunakan keyboard eksternal karena Samsung tidak menyediakannya dalam paket.
Kami juga masih memakai mouse eksternal agar kursor bisa digerakkan lebih leluasa tanpa perlu pakai layar sentuh.
Lalu untuk kebutuhan hiburan, Samsung Galaxy Tab A8 sudah dibekali empat speaker yang ada di bagian kiri atau kanan ketika tablet dipakai dalam mode horizontal.
Speaker ini cukup kencang saat dipakai untuk menonton film, begitu pula dengan telekonferensi yang saya lakukan ketika memakai Zoom.
Speaker ini kemudian diperlengkap dengan Dolby Atmos. Fitur ini memungkinkan suara bisa didengar imersif dan powerful, entah itu di dalam ataupun luar ruangan.
Dengan demikian pengguna tak perlu lagi menggunakan perangkat tambahan seperti headset atau speaker agar suara lebih jelas. Tapi kalau untuk pemakaian lebih fokus, saya sarankan perlu headset agar tidak terganggu kebisingan dari luar.
Lanjut ke baterai, Samsung Galaxy Tab A8 memiliki kapasitas hingga 7.040mAh.
Kapasitas besar ini mampu membuat tablet bertahan selama dua sampai tiga hari, dengan catatan pemakaian ringan untuk mengetik atau browsing.
Kelemahannya adalah saat pengisian daya, di mana kami memerlukan waktu kira-kira tiga jam untuk membuat baterai Galaxy Tab A8 terisi penuh.
Sebenarnya Samsung Galaxy Tab A8 mendukung charger dengan kecepatan 15W, tapi isi boksnya hanya menampilkan charger 7,8W.
Baterai besar tapi charger hanya 7,8W tentu membuat pengisian daya jauh lebih lama.
Kesimpulan
Sesuai tujuannya, Samsung Galaxy Tab A8 memang sangat cocok dipakai belajar tatap muka bagi anak sekolah ataupun kerja ringan, seperti mengetik tulisan hingga browsing.
Layarnya yang besar, speaker, kencang, fitur multi-active Windows sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan itu.
Kekurangannya yaitu di bagian kamera, di mana kamera hanya mampu menangkap foto ketika siang hari atau cahaya cukup. Hasilnya pun tidak terlalu tajam.
Apakah Samsung Galaxy Tab A8 ini cocok menggantikan laptop? Saya kira tidak.
Alasannya, saya mencoba beberapa tab sekaligus seperti yang biasa kami lakukan untuk kerja dengan laptop.
Saat dites dengan banyak tab sekaligus seperti email, notes, Spotify, YouTube, galeri, hingga browser, tablet ini masih sedikit lag.
Meskipun hanya terjadi sesaat dan tidak sampai freeze, saya kira masih belum cukup gesit untuk menggantikan laptop.
Tapi kalau tablet dipakai hanya untuk browsing, belajar tatap muka dengan Zoom, atau menonton film, perangkat ini sudah cukup mumpuni.
Jadi kami simpulkan kalau Samsung Galaxy Tab A8 adalah tablet recommended untuk kebutuhan sekolah atau kerja ringan.
Harga Samsung Galaxy Tab A8 model 3GB/32GB Wifi Only dijual Rp 2.999.000. Sayang, Samsung sudah tak lagi menampilkan tablet itu di situs resminya.
Buat kalian yang tertarik bisa membeli Samsung Galaxy Tab A8 versi LTE 4GB/128GB dengan harga Rp 4.499.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama
-
40 Kode Redeem FC Mobile Aktif 5 Mei 2026, Hadiah Pemain MLS hingga Gems Gratis
-
71 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 Mei 2026: Raih Item Gintama dan Gloo Wall Gratis
-
5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
-
Bank of America Sarankan Harga GTA 6 Agar Lebih Mahal, Apa Alasannya?
-
Lolos Sertifikasi FCC dan Postel Komdigi, Xiaomi Siapkan 2 Tablet Murah Terbaru
-
6 HP dengan Kamera Zoom Terbaik 2026, Foto Jarak Jauh Tetap Tajam
-
Motorola Edge 70 Pro Plus Segera Debut, Diprediksi Bawa RAM 16 GB
-
10 HP Terlaris Global Q1 2026: iPhone 17 Memimpin, Samsung Ungguli Xiaomi
-
4 HP Honor RAM 12 GB 5G Terbaru, Performa Gahar Mulai Rp3 Jutaan