Suara.com - Pemerintah Ukraina berencana melawan Rusia secara daring dan meminta pakar keamanan siber serta amatir lainnya, untuk bergabung dengan tentara TI dalam perang melawan Rusia.
Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, meminta warganya untuk mendaftar menjadi tentara TI pada Sabtu (27/2/2022).
"Kami menciptakan pasukan TI (IT Army). Kami membutuhkan talenta digital. Akan ada tugas untuk semua orang, kami terus berjuang di front cyber," tulis Fedorov melalui akun Twitter resminya, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (3/3/2022).
Fedorov juga melampirkan tautan Telegram, di mana semua tugas akan diberikan kepada tentara TI melalui saluran Telegram.
Gizmodo melaporkan bahwa permintaan pertama tentara siber adalah meluncurkan serangan penolakan layanan (DDOS) terhadap 31 target, termasuk entitas pemerintah, bank, dan bisnis Rusia.
Sementara itu, individu yang kurang ahli dalam keamanan siber diminta melaporkan video YouTube yang berisi informasi yang salah (misinformation) tentang konflik tersebut, sebagai upaya untuk menghapus video.
Tidak diketahui apakah tentara TI Ukraina telah beroperasi dan terkait dengan hal ini, tetapi ada beberapa serangan tingkat tinggi di situs-situs Rusia dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu serangan oleh Anonymous terlihat di beberapa outlet berita terkemuka Rusia yang menampilkan pesan anti-perang.
Salah satu pesan yang terlihat pada situs web Forbes Rusia, Fontanka, dan Takie Dela berbunyi,
"Warga yang terhormat, kami mendesak Anda untuk menghentikan kegilaan ini. Jangan mengirim putra dan suami Anda ke kematian tertentu. Putin membuat kami berbohong dan menempatkan kami dalam bahaya," tulis pesan tersebut.
Baca Juga: Tips Tingkatkan Keamanan Siber Manfaatkan Teknologi Google
Beberapa situs web juga menampilkan jumlah korban di pihak Rusia, angka yang belum dirilis oleh Kremlin, kemungkinan itu adalah upaya untuk membuat lebih banyak orang Rusia menentang invasi.
Berita Terkait
-
Cerita WNI di Rusia: Internet Lemot, Sulit Ambil Uang dan Harga Bahan Makanan Mahal
-
BSSN Dibobol, Indonesia Butuh UU Keamanan Siber
-
Perkuat Keamanan Siber Indonesia, BSSN Gandeng Huawaei
-
OJK: Lembaga Jasa Keuangan Harus Punya Keamanan Siber Terintegrasi
-
Kaspersky Bagi Kunci Sukses Membangun Kapasitas Keamanan Siber di Asia Pasifik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Toyota Eco Youth ke-14 Digelar, Anak Muda Diajak Jadi EcoPioneer Dekarbonisasi
-
6 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Termurah dengan Kapasitas hingga 9 Kg
-
Kemensos Kebut Penelusuran 1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
-
Sharp AQUOS Wish6 Siap Debut, AI Bisa Deteksi Telepon Penipu dan Blokir Nomor Internasional
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Ulasan Novel Supernova Akar, Petualangan Bodhi Mencari Jati Diri
-
Link Live Streaming Persib Bandung vs Persebaya: Memburu Gelar Juara Pra-Musim!
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Ratusan Senpi di Ruang Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Terbongkar! Disimpan Dalam Karung dan Styrofoam
-
Cara Mencuci Puff Cushion Agar Tidak Menjadi Sarang Bakteri, Pakai 5 Bahan Ini