Suara.com - Xiaomi mengumumkan kehadiran Redmi K50 dan Redmi K50 Pro di China. Ini adalah ponsel kelas flagship sekaligus khusus gaming dari seri Redmi.
Secara desain, Redmi K50 dan Redmi K50 Pro terlihat sangat mirip. Perbedaan paling mencolok terletak di komponen internal seperti kamera hingga prosesor.
Berikut spesifikasi Redmi K50 dan Redmi K50 Pro yang diluncurkan di China, dikutip dari Gadgets360, Senin (21/3/2022).
Redmi K50 Pro menampilkan layar OLED berukuran 6,67 inci, resolusi 2K atau 1440x3200 piksel, refresh rate 120Hz, kecerahan puncak 1.200 nits.
Redmi K50 Pro memiliki gamut warna DCI-P3, HDR 10+, Dolby Vision, dan dilapisi Gorilla Glass Victus.
Redmi K50 Pro mengusung kamera utama Samsung S5KHM2 100MP dengan optical image stabilization (OIS), kamera ultrawide 8MP dengan bidang pandang 119 derajat, dan kamera makro 2MP. Lalu kamera depannya adalah sensor Sony IMX596 20MP.
Redmi K50 Pro diperkuat chipset Dimensity 9000 yang dipasangkan dengan opsi penyimpanan 8GB/128GB, 8GB/256GB, 12GB/256GB, dan 12GB/512GB. Ponsel menjalankan MIUI 13 berbasis Android 12.
Baterainya berkapasitas 5.000mAh dengan charger 120W yang diklaim mampu mengisi daya 100 persen dalam 19 menit.
Baca Juga: Xiaomi 12, 12 Pro, dan 12X Versi Global Meluncur, Ini Spesifikasinya
Fitur lain yang disematkan yakni dual SIM, 5G, NFC, USB-C, Dolby Atmos, Infrared Blaster, hingga rating IP53 untuk tahan debu dan air.
Harga Redmi K50 Pro di China
- 8GB/128GB = 2.999 yuan atau Rp 6,7 juta
- 8GB/256GB = 3.299 yuan atau Rp 7,4 juta
- 12GB/256GB = 3.599 yuan atau Rp 8,1 juta
- 12GB/512GB = 3.999 yuan atau Rp 9 juta
Spesifikasi Redmi K50
Seperti disebutkan sebelumnya, Redmi K50 memiliki persamaan spesifik yang identik seperti Redmi K50 Pro. Bedanya, Redmi K50 diperkuat chipset Dimensity 8100.
Perbedaan lainnya yakni Redmi K50 membawa kamera utama Sony IMX582 48MP dengan OIS, kamera ultrawide 8MP dengan bidang pandang 119 derajat, dan kamera makro 2MP.
Lalu kamera depannya ada sensor Sony IMX596 berukuran 20MP.
Baterainya berkapasitas 5.500mAh, sedikit lebih besar dari model Pro.
Komponen ini dipasangkan dengan charger 67W yang diklaim mengisi daya 80 persen dalam waktu 30 menit.
Harga Redmi K50
- 8GB/128GB = 2.399 yuan atau Rp 5,4 juta
- 8GB/256GB = 2.599 yuan atau Rp 5,8 juta
- 12GB/256GB = 2.799 yuan atau Rp 6,3 juta
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat