Suara.com - Isu kebocoran data menjadi fenomena global, di mana ada sekitar 1.862 kasus kebocoran data di seluruh dunia pada 2020 menurut Identity Theft Resource Center's 2021 Data Breach Report.
Salah satu cara menjaga keamanan datamu adalah melalui fitur bernama end-to-end encryption.
Fitur ini mencegah pihak ketiga, termasuk platform aplikasi messenger, mengakses data saat data tersebut ditransfer dari satu sistem atau perangkat ke perangkat lainnya.
Fitur ini akan membuat percakapanmu aman dari kebocoran data karena hanya pengirim dan penerima yang bisa melihat pesan yang dikirim.
Telegram juga telah mengadopsi teknologi end-to-end encryption yang ada di dalam fitur Secret Chat.
Selain menggunakan fitur end-to-end encryption, Secret Chat hanya bisa diakses melalui satu perangkat saja, sehingga memudahkanmu melakukan pengawasan terhadap akun dan riwayat percakapanmu.
Cukup klik kontak orang yang ingin kamu kirimkan pesan, klik namanya, kemudian klik Start Secret Chat pada ikon “more” untuk mengaktifkan fitur Secret Chat-mu.
Masih ragu dengan keamanan aplikasimu? Jangan khawatir, karena ada beberapa cara lainnya meningkatkan keamanan akun Telegram. Penasaran? Simak tips berikut!
1. Sembunyikan Nomor Teleponmu
Baca Juga: Cara Dana Cegah Serangan Siber di Aplikasinya
Meskipun orang asing tidak dapat melihat nomor telepon kamu secara default, pengguna lain dapat melihat jika nomor telepon mereka tersimpan di telepon kamu dan menyinkronkan kontak kamu dengan Telegram.
Namun, kamu masih dapat menyembunyikan nomor telepon kamu untuk memaksimalkan keamanan akunmu.
Untuk melakukan hal ini, kamu bisa pergi ke opsi Pengaturan > Privasi dan Keamanan > Nomor Telepon.
Setelah itu, kamu bisa langsung memilih opsi “Tidak Ada” dalam bagian “yang dapat melihat nomor telepon saya”.
2. Gunakan Fitur Lock Chat
Salah satu keunggulan Telegram ada pada sistem chat berbasis pada komputasi awan atau cloud chat.
Berita Terkait
-
Terungkap! WhatsApp dan iMessage Paling Banyak Beri Informasi ke FBI
-
WhatsApp Rilis 2 Fitur Keamanan Baru, Flash Call dan Lapor Pesan
-
Telegram Kenalkan Fitur Pesan Sponsor untuk Tambah Monetisasi
-
Bebas Iklan, Telegram Siapkan Layanan Berbayar
-
Survei Jenius: Hanya 1 dari 10 Orang Sadar Bahaya Social Engineering, Duh!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik