Suara.com - Para arkeolog menemukan penanda kuburan berusia 1.800 tahun dengan pesan aneh berisi kutukan yang ditulis dengan tinta yang tampak seperti darah.
Tim ahli menemukan penanda kuburan tersebut untuk seorang mualaf Yahudi bernama Jacob di Galilea, sebuah wilayah yang membentang di Israel utara dan Lebanon selatan pada tahun lalu.
Menurut Jonathan Price, profesor di Universitas Tel Aviv, Iokobos (Yakub) sang proselit bersumpah pada dirinya sendiri bahwa siapa pun yang membuka kuburan ini akan dikutuk.
"Ini adalah pesan aneh yang ditulis oleh Jacob sendiri dalam bahasa Yunani yang khas," katanya dikutip dari IFL Science, Kamis (23/6/2022).
Penanda yang terbuat dari lempengan batu itu memiliki tulisan sebanyak delapan baris, diakhiri dengan kata-kata yang berbunyi, "Yaakov Ha'Ger bersumpah untuk mengutuk siapa pun yang akan membuka kuburan ini, sehingga tidak ada yang akan membukanya."
Pada bagian bawahnya terdapat angka 60 yang ditambahkan oleh orang lain dan diperkirakan mengacu pada usianya.
Para ahli mengatakan bahwa penanda ditulis menggunakan tinta berwarna merah yang terlihat seperti darah dan menambahkan efek seram.
Ini adalah salah satu dari dua prasasti pertama yang ditemukan di Beit She'arim, dalam 65 tahun terakhir dan satu-satunya penanda kuburan yang secara tegas merujuk pada kuburan mualaf.
"Prasasti itu berasal dari periode Romawi Akhir atau Bizantium Awal, di mana Kekristenan diperkuat. Di sini kami menemukan bukti bahwa masih ada orang yang memilih untuk bergabung dengan Yahudi," ucap Adi Erlich, profesor dari Zinman Institute of Archaeology dan University of Haifa's School of Archaeology.
Baca Juga: Arkeolog Temukan Lokasi Tempat Kapal Van Der Wijck Diduga Tenggelam
Nama Yaakov Ha'Ger sendiri memiliki arti "orang yang sepenuhnya bertobat".
Sayangnya, tidak diketahui darimana asal lelaki pemilik penanda makam tersebut karena Beit She'arim dikenal sebagai tempat pemakaman internasional bagi orang Yahudi.
Selain itu, misteri lainnya yang membuat para ahli bingung adalah penanda itu sendiri tidak ditemukan di makam Yakub, tetapi disandarkan ke dinding di gua yang baru ditemukan.
Berita Terkait
-
Temukan Terowongan Aneh, Arkeolog Terpaksa Menguburnya Kembali
-
Arkeolog: Kepulauan Kei Penting Karena Jembatani Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda
-
Arkeolog Temukan Batu Romawi Kuno Berukir Alat Kelamin Lelaki
-
Arkeolog Selidiki Misteri Kuburan yang Digali Kembali 1.400 Tahun Lalu
-
Arkeolog Temukan Situs Kuno di Indramayu
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa