Suara.com - Para astronom berencana untuk memancing meteorit yang jatuh ke laut menggunakan bantuan magnet.
Meteorit ini berasal dari sistem bintang lain yang menabrak Samudra Pasifik dengan energi yang setara sekitar 121 ton TNT.
Dikenal sebagai CNEOS 2014-01-08, tim astronom dari Universitas Harvard berharap dapat menemukan pecahan batu antarbintang yang menghantam Bumi pada 8 Januari 2014 ini.
"Menemukan fragmen seperti itu akan menjadi kontak pertama yang dilakukan umat manusia dengan material yang lebih besar dari debu luar tata surya," kata Amir Siraj, astrofisikawan di Universitas Harvard, dikutip dari Live Science, Senin (15/8/2022).
Siraj mengidentifikasi asal-usul objek tersebut dalam studi 2019 dengan keyakinan 99,999 persen, tetapi baru pada Mei 2022 dikonfirmasikan ke Siraj oleh Komando Luar Angkasa Amerika Serikat.
Tidak ada saksi yang diketahui mengenai objek yang menabrak Bumi tersebut.
"Itu menghantam atmosfer sekitar 160 kilometer di lepas pantai Papua Nugini pada tengah malam, kekuatannya setara dengan sekitar 1 persen energi bom Hiroshima," tambah Siraj.
CNEOS 2014-01-08 berukuran 0,5 meter dan tampaknya menjadi objek antarbintang pertama yang pernah ditemukan di tata surya.
CNEOS 2014-01-08 diperkirakan berasal dari sistem bintang lain karena bergerak dengan kecepatan 60 kilometer per detik relatif terhadap Matahari.
Baca Juga: Astronom Ungkap Misteri Cincin Jupiter yang Hilang
Objek tersebut terlalu cepat untuk terikat oleh gravitasi Matahari.
Dalam misi terbaru, Siraj dan rekan-rekannya akan melakukan ekspedisi senilai 1,6 juta dolar AS untuk menurunkan magnet ke lokasi di mana meteorit tersebut jatuh.
Menurut Siraj, CNEOS 2014-01-08 jauh melebihi kekuatan material meteorit besi biasa, yang seharusnya membuatnya lebih mudah untuk dipulihkan.
Kekuatan material sendiri mengacu pada seberapa mudah sesuatu dapat menahan deformasi atau kerusakan oleh beban.
Menurut Siraj, kebanyakan meteorit mengandung besi yang cukup sehingga itu akan menempel pada jenis magnet yang akan kami gunakan pada ekspedisi laut.
"Mengingat kekuatan materialnya yang sangat tinggi, kemungkinan besar fragmen CNEOS 2014-01-08 bersifat feromagnetik," tutup Siraj.
Berita Terkait
-
Shen Yue Diejek Gemuk dan Diminta Diet, Penggemar Sigap Bela sang Aktris
-
Ilmuwan Temukan Kristal Baru Misterius, Terawetkan di Dalam Debu Meteorit
-
Ada Supermoon, Saksikan 5 Fenomena Langit Sepanjang Juli 2022
-
Dikira Hujan Meteor, Ilmuwan Ungkap Faktanya
-
Jangan Terlewat! Saksikan Hujan Meteor Tau-Herculids Malam Ini
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031