Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan organisasi profesi ilmiah untuk komputasi sains di Indonesia, Masyarakat Komputasi Indonesia (MKI), berupaya memajukan dunia sains dan komputasi Indonesia dengan meluncurkan Konsorsium Pengembangan Sains dan Komputasi.
“Kami dari Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN yang terdiri dari enam pusat riset, siap menjalankan komitmen dan kolaborasi yang sudah berjalan dan dapat ditingkatkan,” kata Kepala OREI BRIN Budi Prawara di Jakarta, Senin (22/8/2022).
Budi berharap konsorsium yang diluncurkan dapat menjadi salah satu motor dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia khususnya dalam bidang sains dan komputasi.
Ia juga berharap BRIN bersama konsorsium dapat meningkatkan riset dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial dan big data terkait keanekaragaman hayati.
Menurut dia, masih banyak data- data koleksi terkait keanekaragaman hayati di Indonesia yang perlu dieksplorasi dan dikumpulkan karena Indonesia merupakan negara dengan mega biodiversitas.
Data koleksi ilmiah terkait kekayaan keanekaragaman hayati tersebut akan bermanfaat bagi kemajuan bangsa seperti untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi termasuk sektor kesehatan untuk pengembangan obat-obatan berbasis bahan lokal.
“Kami berharap dengan adanya konsorsium ini salah satunya bagaimana kita bisa memanfaatkan dan menambah koleksi data-data genomik," ujar Budi.
Masyarakat Komputasi Indonesia didirikan pada 30 Agustus 2004 yang terdiri dari sivitas-sivitas riset dari BRIN dan perguruan tinggi di Indonesia. [Antara]
Berita Terkait
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN
-
Indonesia Punya 89 Ribu Ton Uranium, Fokus Nuklir untuk Energi dan Medis
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering
-
Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat
-
Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang
-
Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
-
AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa