Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mempercepat pembagian set top box supaya masyarakat bisa beralih menonton siaran tv digital.
"Kami evaluasi, kami ingin mempercepat pembagian set top box supaya bisa segera selesai," kata Direktur Penyiaran, Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, dalam webinar Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan STB Bantuan Kominfo bersama Komisi I DPR di Blitar, Selasa (30/8/2022).
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial, ada 6,7 juta rumah tangga miskin, yang akan diberikan subsidi berupa perangkat set top box gratis. Dari jumlah tersebut, penyelenggara multipleksing berkomitmen menyediakan 4,2 juta unit set top box dan pemerintah 2,5 juta unit.
Dari 1 juta unit set top box eksisting yang disediakan pemerintah, yang sudah didistribusikan sekitar 151.000 unit. Kementerian Kominfo juga mengajak lembaga penyiaran penyelenggara multipleksing untuk mempercepat distribusi set top box supaya migrasi ke siaran televisi digital berjalan lancar.
Data terkini Kementerian Kominfo, dari 112 wilayah siaran yang akan menjalankan analog switch off (ASO), distribusi set top box sudah dilakukan di 40 wilayah.
Khusus untuk wilayah siaran Jakarta (mencakup wilayah administrasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), distribusi set top box ditargetkan melebihi 60 persen pada awal September.
Kementerian Kominfo menyatakan distribusi set top box subsidi dari pemerintah di wilayah siaran Jakarta sudah 27 persen atau sekitar 470.000 unit.
Sementara itu, lembaga penyiaran swasta baru menyebarkan set top box sebanyak 2 persen untuk wilayah siaran Jakarta.
"Jabodetabek mudah-mudahan berikutnya multiple ASO," kata Geryantika.
Baca Juga: Segera Tambah Perangkat STB, Kominfo: Jangan Kaget Tiba-tiba Siaran TV di Rumah Mati
Kementerian berdasarkan evaluasi ASO tahap I yang berlangsung April, mengganti skema migrasi ke siaran terestrial digital menjadi ASO tahapan berganda atau multiple ASO.
Pada skema yang baru, penghentian siaran analog dinilai dari kesiapan infrastruktur multipleksing di wilayah siaran, ketersediaan siaran analog yang akan dialihkan ke digital dan kesiapan set top box.
Kementerian menargetkan kota-kota besar yang masuk daftar rating lembaga Nielsen bisa bersiaran digital pada akhir September.
Berita Terkait
-
Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kisah Masa Lalu Bahlil Lahir dari Anak ART: Ibu Saya Tukang Cuci, Ayah Buruh
-
4 HP Spek Premium untuk Gaming Berat hingga Fotografi Kualitas Tinggi
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di PIK2, Saat Tepat Wujudkan Rumah dan Kendaraan Impian
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Suspensi Berlanjut, Saham WIKA Masih Belum Bisa Dibeli
-
Investor China Ancam Seret Proyek PSEL Makassar ke Arbitrase Internasional, Klaim Rugi Rp2,4 T
-
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
-
Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Solusi Pangan hingga Teknologi Perahu Surya