Suara.com - Kebocoran data 1,3 miliar nomor HP orang Indonesia, dinilai berhasil mengungkap kenapa SMS spam, telepon penipuan, teror debt collector, pinjol, dan telemarketer marak meskipun nomor ponsel telah diganti.
Hal ini diungkap oleh peneliti keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya. Kesimpulan itu dia peroleh dari sampel data hacker yang berisi kalau satu nomor induk kependudukan bisa dipakai untuk meregistrasi nomor SIM baru.
Dalam risetnya, ia menemukan kalau satu NIK itu bisa dipakai di nomor dari operator seluler seperti Smartfren, Indosat, dan Telkomsel.
Tercatat kalau satu NIK bisa dipakai untuk registrasi 91 nomor SIM Smartfren, satu NIK untuk registrasi 1.287 nomor baru Indosat, dan satu NIK buat mendaftar 1.368 kartu SIM Telkomsel.
"Secara tidak langsung praktik setengah tutup mata yang dilakukan oleh semua operator seluler ini mendukung aktivitas kriminal," kata Alfons dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/9/2022).
"Dan yang memprihatinkan adalah hal ini didiamkan oleh pihak pengawas yang ketika data registrasi kartu SIM bocor malah berlomba lepas tangan dan menyalahkan masyarakat karena tidak melindungi nomor induk kependudukan (NIK)-nya dengan baik," sambung dia.
Ia menegaskan, adanya kebocoran data ini ternyata membuka praktik tidak terpuji operator dan inkompetensi pengawas. Sehingga masyarakat menjadi korban penyalahgunaan kartu prabayar.
"Secara tidak langsung, peretas yang berhasil meng-copy data sebanyak 87 GB ini, meskipun tindakannya melanggar hukum, namun membuka praktek kurang terpuji yang dilakukan oleh operator seluler," tuding Alfons.
Alfons berharap kalau insiden kebocoran data 1,3 miliar nomor HP ini bisa menjadi evaluasi lembaga pemerintah untuk lebih serius menangani data masyarakat.
Baca Juga: Fakta Mencengangkan di Balik Temuan Ahli soal Kebocoran Data 1,3 Miliar Nomor SIM
"Jangan hanya mau enak-enak mendapatkan manfaat dari mengelola data, tetapi tidak mau menjalankan kewajiban melindungi data," ucapnya.
"Jika data tidak dijaga dan bocor, maka yang terjadi adalah musibah bagi pemilik data," lanjutnya lagi.
Lebih lanjut ia menilai kalau pihak yang menderita kerugian paling besar dari kebocoran data adalah pemilik data, bukan pengelola data.
Sebab pengelola data hanya mendapatkan malu karena tidak kompeten mengelola data.
Sementara pemilik data yang justru bisa menjadi korban eksploitasi dari kebocoran data.
"Tidak seperti ban atau genteng yang kalau sudah ditambal bocornya selesai. Data yang bocor tidak dapat dibatalkan, dan sekali data bocor ada di internet, maka selamanya data itu ada di internet," tegasnya.
Berita Terkait
-
Tak Bisa Lagi Pakai NIK Orang Lain, Registrasi SIM Kini Wajib Scan Wajah
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo