- Membeli HP bekas masih menjadi opsi menarik bagi yang memiliki budget terbatas.
- HP bekas memiliki spesifikasi tinggi dengan harga miring.
- Namun banyak unit yang beredar di pasar adalah HP hasil "kanibalan" atau rekondisi.
Suara.com - Membeli HP bekas atau second-hand menjadi solusi cerdas bagi banyak orang untuk mendapatkan spesifikasi tinggi dengan harga miring.
Apalagi di tengah tren kenaikan harga gadget baru, meminang "mantan flagship" atau HP kelas menengah tahun lalu terlihat sangat menggiurkan.
Namun, di balik bodi yang terlihat mulus, tersimpan risiko besar. Banyak unit yang beredar di pasar adalah HP hasil "kanibalan" atau rekondisi, di mana komponen internalnya sudah diganti dengan suku cadang kualitas rendah demi menekan harga jual.
Agar Anda tidak tertipu mendapatkan HP yang masa pakainya tinggal menghitung hari, berikut adalah panduan lengkap cara mengecek komponen HP bekas yang sudah tidak original.
1. Perhatikan Detail Baut dan "Garis Lem" pada Bodi
Hal pertama yang harus dilakukan adalah inspeksi fisik secara mendalam. HP modern saat ini dirancang dengan presisi pabrik yang sangat rapat.
Cek Baut di Lubang Charger: Jika baut terlihat lecet atau warnanya sudah terkelupas, itu indikasi kuat ponsel pernah dibongkar menggunakan obeng manual.
Garis Lem di Backcover: Raba bagian tepi antara casing belakang dan rangka. Jika terasa ada tonjolan lem yang tidak rata atau celah (gap) yang tidak simetris, kemungkinan besar HP tersebut pernah dibuka untuk mengganti baterai atau komponen internal lainnya.
2. Rahasia Mengecek Layar (LCD) Original vs KW
Baca Juga: Komdigi Mau Transaksi HP Second Bisa Balik Nama, Mirip Jual Beli Motor
Layar adalah komponen paling mahal sekaligus paling sering diganti dengan kualitas KW (tiruan).
Warna dan Kontras: Layar original biasanya memiliki warna yang tajam dan hitam yang pekat (terutama panel AMOLED). Layar KW cenderung memiliki backlight yang bocor (kebiruan di pinggir) dan warna yang agak pucat.
Uji Sensitivitas: Aktifkan fitur Pointer Location di opsi pengembang (Developer Options). Coba coret seluruh area layar. Jika ada garis yang terputus atau respon yang lambat, bisa dipastikan itu layar kualitas rendah.
Fitur Khusus: Pada iPhone, cek fitur True Tone. Jika fitur ini hilang di pengaturan, hampir 90% layar tersebut sudah pernah diganti. Pada Android, cek apakah sensor sidik jari di bawah layar (In-display Fingerprint) masih berfungsi cepat. Layar KW seringkali membuat sensor ini tidak berfungsi atau sangat lemot.
3. Gunakan Aplikasi "Detektif" Komponen
Jangan hanya percaya pada apa yang tertulis di menu "Tentang Telepon". Gunakan bantuan pihak ketiga untuk membedah identitas hardware yang sebenarnya.
Untuk iPhone (3uTools): Hubungkan iPhone ke laptop yang terinstal aplikasi 3uTools. Aplikasi ini akan menunjukkan laporan verifikasi. Jika ada komponen (seperti kamera, baterai, atau layar) yang berwarna merah dengan status "May be changed", maka komponen tersebut bukan lagi bawaan pabrik.
Untuk Android (Device Info HW): Unduh aplikasi Device Info HW di Play Store. Masuk ke tab "General" atau "Camera". Bandingkan spesifikasi sensor yang terdeteksi dengan spesifikasi resmi di internet. Jika sensor kamera yang terbaca berbeda merk (misal: seharusnya Sony tapi terbaca sensor lain), itu tanda komponen telah diganti.
4. Waspada "Baterai Suntikan"
Banyak penjual nakal menggunakan trik "suntik baterai" untuk menaikkan persentase Battery Health agar terlihat 100%.
Cara Cek: Gunakan HP untuk merekam video resolusi tinggi (4K) selama 5-10 menit. Jika persentase baterai turun secara drastis (misal turun 10-15% dalam waktu singkat) atau HP terasa sangat panas yang tidak wajar, dipastikan sel baterai sudah lemah meskipun indikatornya menunjukkan 90-100%.
5. Cek Integritas IMEI dan Sinyal
Komponen internal bukan hanya soal fisik, tapi juga legalitas modul transmisi. Pastikan IMEI terdaftar di database Kemenperin atau Bea Cukai (untuk HP luar negeri). Cobalah memasukkan kartu SIM dari berbagai operator.
Jika sinyal sering hilang-muncul atau hanya mentok di 3G padahal HP mendukung 4G/5G, ada kemungkinan modul antena di dalam HP sudah bermasalah atau pernah diperbaiki secara kasar.
Membeli HP bekas memang soal keberuntungan, namun Anda bisa meminimalisir risiko dengan menjadi pembeli yang teliti. Jangan tergiur harga yang terlalu murah di bawah harga pasar dan ikuti tips di atas, semoga membantu!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Poster Resmi Motorola Edge 70 Fusion Ungkap Fitur Kamera Sony Terbaru
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!
-
Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah
-
5 Rekomendasi HP yang Ada Foto Live Terbaik, Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP Vivo Layar Besar dengan Panel Tajam dan Refresh Rate Tinggi
-
Video Unboxing Samsung Galaxy S26 Ultra Muncul: Fitur Kamera dan Skor AnTuTu Terungkap
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro, HP Midrange dengan Matrix Display
-
Kebangkitan Rayman Dimulai, Ubisoft Janjikan Game Baru Setelah Edisi Ulang Tahun
-
Adu HP Kelas Premium: Xiaomi 17 Pro Max Sanggup Bikin iPhone 17 Pro Max Ketar-Ketir?
-
Bocoran Vivo V70 FE: Kamera 200MP, Baterai 7000mAh, Update 6 Tahun, Rilis 28 Februari?