Suara.com - Twitter telah menghapus serangkaian tweet keji yang ditulis seorang profesor atas teori berbau rasis yang mengejek Ratu Elizabeth II, beberapa jam sebelum kematiannya.
Cuitan itu mendorong ribuan orang termasuk Jeff Bezos untuk mengecamnya karena kata-kata kurang ajar itu.
Uju Anya adalah seorang guru 'anti rasis' dan profesor di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh, Pennsylvania.
Dia memicu kemarahan setelah menyebut Ratu Elizabeth II yang sakit sebagai kepala 'pencuri, pemerkosaan, kerajaan genosida'.
Sesaat sebelum kematian Ratu diumumkan, Anya mengatakan, dia berharap, saat-saat terakhir Raja akan menyiksa.
Umpatannya yang mengerikan telah memicu badai kemarahan dan menyoroti upaya ratusan orang sebelumnya untuk membuat akademisi itu dipecat dari pekerjaan karena kata-katanya yang kasar dan rasis.
"Saya mendengar kepala raja dari kerajaan genosida perkosaan pencuri akhirnya sekarat. Semoga sakitnya menyiksa," cuit Anya yang kini telah dihapus Twitter.
Twitter menghapus postingan tersebut karena melanggar aturan mereka.
Kata-kata keji Anya tentang Ratu dikecam oleh ribuan orang di dunia maya, termasuk miliarder Bezos.
"Ini adalah seseorang yang seharusnya bekerja untuk membuat dunia lebih baik? Saya kira tidak demikian. Wow," cuit Jeff Bezos dilansir laman Dailymail, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga: Pelangi Muncul di Atas Istana Buckingham Tepat Sebelum Kematian Ratu Elizabeth II
Universitas Carnegie Mellon telah menonatifkan Anya, mengatakan bahwa tindakannya itu tidak dimaafkan dan dinilai tidak menyenangkan.
"Kebebasan berekspresi adalah inti dari misi pendidikan tinggi, namun, pandangan yang dia bagikan sama sekali tidak mewakili nilai-nilai institusi, atau standar wacana yang ingin kami kembangkan," kata seorang juru bicara.
Berita Terkait
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan