Suara.com - Tidak sedikit pengguna Instagram mengkritik dengan tampilan dan fitur-fitur yang dihadirkan perusahaan.
Sebut saja Reels, Remix, umpan algoritmik, dan NFT ke dalam aplikasi Instagram.
Ansh Nanda dan Hardik Patil memutuskan membuat aplikasi bernama The OG App yang memberi pengguna umpan Instagram bebas iklan dan bebas saran.
Aplikasi OG — tersedia di iOS dan Android — tidak mencoba membuat jejaring sosial baru.
Sebaliknya, itu hanya menyelaraskan umpan Instagram dengan pilihan pengguna.
Pengguna dapat masuk ke akun Instagram mereka dan langsung menampilkan feed beranda.
Tetapi aplikasi menghapus iklan dan pos yang disarankan dari umpan beranda mereka.
Plus, ini memungkinkan pengguna membuat umpan alternatif dan membaginya dengan teman.
Misalnya, kamu dapat membuat feed berbeda untuk makanan, koktail, tenis, selebriti film, dan fotografer tanpa mengikuti semua akun tersebut.
Pengguna dapat memilih feed default saat peluncuran. Dengan cara ini, pengguna dapat memprioritaskan daftar lain di atas feed beranda mereka sendiri.
Baca Juga: Cek Siapa Saja yang Unfollow Instagram Kamu, Lakukan Cara Ini !
Ini berguna ketika umpan terkait minat pengguna akan memiliki konten yang lebih menarik daripada umpan default.
Aplikasi ini juga memiliki opsi yang menghentikan umpan dari mengambil konten baru selama 24 jam.
Opsi ini berfungsi seperti fitur kesejahteraan digital untuk menghentikan pengguna agar tidak terus-menerus memeriksa Instagram.
Mereka masih dapat memeriksa postingan yang telah diambil di semua umpan bersama dengan postingan yang disimpan.
Nanda dan Patil menggabungkan Un1feed, perusahaan yang menerbitkan Aplikasi OG, Juni lalu dan mulai mengerjakan aplikasi sosial untuk memberikan pengalaman yang lebih bersih.
Mereka memilih Instagram terlebih dahulu karena menurut mereka Instagram memiliki feed paling berbelit-belit yang dipenuhi dengan iklan.
Nanda dan Patil mengatakan bahwa mereka ingin memberikan kembali kontrol yang lebih besar atas feed mereka kepada pengguna dengan perusahaan ini.
“Kami melihat teman dan keluarga kami terpengaruh oleh media sosial, dan bahkan menghapus aplikasi karena mereka tidak memiliki cukup opsi untuk mengubah apa yang mereka lihat," kata para pendiri.
Mereka ingin menempatkan pengguna dan bukan pengiklan, terlebih dahulu dengan aplikasi ini.
"Kami memulai dengan Instagram karena kami pikir aplikasi tersebut memiliki hubungan paling beracun dengan penggunanya," ucapnya dilansir laman Techcrunch, Rabu (28/9/2022).
Nanda mengatakan perusahaan berbicara dengan ratusan pengguna dan menemukan bahwa pengguna Instagram tidak senang dengan pengalaman jejaring sosial default.
Perusahaan telah menghadapi banyak kritik karena memprioritaskan konten yang disarankan secara algoritmik daripada posting oleh teman dan keluarga.
Pada Juli, jejaring sosial harus mengembalikan perubahan yang dibuatnya dengan umpan algoritmik.
Dalam beberapa minggu mendatang, pengembang ingin memperkenalkan fitur seperti umpan khusus dengan akun pribadi, berbagi umpan khusus dengan teman, dan mengunduh cerita untuk konsumsi offline.
Plus, mereka akan segera memungkinkan pengguna untuk mengurutkan umpan apa pun menggunakan filter seperti "terbaru", "panas" dan "terpopuler dalam minggu/bulan/semua".
Pembuat aplikasi juga merencanakan fitur jangka panjang seperti berbagi koleksi sebagai umpan dan membuat umpan kolaboratif.
Pendiri The OG App mengatakan mereka tidak khawatir tentang perubahan apa pun pada API Instagram saat ini dan berkonsentrasi untuk membangun produk yang solid bagi pengguna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
-
Lebaran Perdana XLSMART, Jaringan Dipersiapkan Hadapi Lonjakan Trafik hingga 30 Persen
-
Terpopuler: HP Gaming Murah, Honor 600 Lite Siap Rilis
-
7 HP Gaming Paling Murah dengan RAM Besar, Solusi Main Game Lancar Anti Lag
-
Pakar Ungkap Alasan Pembatasan 1 NIK 3 Nomor per Operator
-
Monster Hunter Wilds Siapkan Ekspansi Ukuran Besar, Ada Peta Anyar?
-
Siapa Roster EVOS di MPL ID Season 17? Transfer Anyar, Ada Bocoran Nama Baru
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 11 Februari: Ada M1014 Green Flame Draco dan Emote
-
Platform Digital Bikin Kerja Lebih Cerdas dan Produktif
-
Honor 600 Lite Siap Rilis, Pakai Chipset Anyar dan Baterai Jumbo