Mungkin itulah alasan mengapa mereka terus menjadi fokus utama para penyerang di Asia Tenggara.
Sementara keamanan korporat dan perimeter tetap penting, transisi massal baru-baru ini ke pekerjaan jarak jauh atau hibrida telah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa bahkan keamanan korporat terbaik pun tidak dapat mengimbangi kurangnya kesadaran pengguna.
Terutama dengan 60 persen perusahaan mengizinkan karyawan menggunakan perangkat personal untuk bekerja, bisnis harus melatih stafnya dalam praktik terbaik keamanan siber, sehingga mereka sadar akan risikonya dan memahami cara bekerja secara aman dengan sumber daya perusahaan.
Pelatihan kebersihan siber (cyber hygiene) ini juga harus dibarengi dengan perubahan administrasi TI.
Departemen TI perlu memberikan dukungan tambahan kepada karyawan, memastikan pembaruan diterapkan tepat waktu dan masalah terkait koneksi jarak jauh segera diperbaiki.
Bagi banyak perusahaan, kerja jarak jauh bukanlah solusi sementara. Banyak yang telah mengumumkan bahwa setelah pandemi mereda, opsi kerja dari rumah dan model hibrida akan menjadi penerapan permanen dari pengalaman kerja karyawan.
“Ke depan, bisnis harus memikirkan kembali cara pengaturan jaringan perusahaan mereka. Penjahat dunia maya akan selalu siap memanfaatkan peristiwa terkini untuk mengganggu. Untungnya, agar tetap terlindungi dari serangkaian risiko dunia maya yang terus berkembang tidak memerlukan keterampilan pemrograman berteknologi tinggi atau canggih,” beber Yeo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulang Main Futsal, Pria di Koja Dibegal: Kepala dan Kaki Luka Parah
-
Psikologi Tren Blind Box: Kita Beli Mainannya atau Rasa Penasarannya?
-
DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu
-
Karhutla di Bengkalis Meluas hingga 80 Hektare: Asap Pekat, Angin Kencang
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
-
Banjir Terjang Tapanuli Tengah Usai Tanggul Jebol, 145 Warga Mengungsi
-
Pemain Timnas U-17 Palestina Fadi al-Nassan Tewas dalam Penembakan Brutal Pemukim Israel
-
Angkot Biru Favoritku
-
Siapa Top Skor Piala Dunia 2026? Perburuan Sepatu Emas Penuh Drama
-
Ekonomi RI Baik-baik Saja, Buktinya Aktivitas Bisnis di Dalam Negeri Meningkat