- Paramount resmi akuisisi Warner Bros. dengan kesepakatan nilai 110 miliar dolar AS.
- Divisi Warner Bros. Games kini berada di bawah kendali CEO David Ellison.
- Ancaman pemangkasan biaya sebesar 16 miliar dolar AS membayangi studio game.
Suara.com - Dunia hiburan diguncang oleh kabar pencaplokan Paramount atas Warner Bros. dalam sebuah kesepakatan kolosal senilai 110 miliar USD (Rp1.860 triliun).
Namun, bagi gamer, sorotan utama bukanlah pada gabungan jaringan TV raksasa, melainkan pada nasib dari Warner Bros. Games, rumah bagi studio-studio legendaris yang telah melahirkan berbagai mahakarya.
Akuisisi ini menempatkan masa depan franchise ikonik seperti Batman: Arkham, Mortal Kombat, dan Hogwarts Legacy di bawah bendera Paramount.
Pertarungan untuk mendapatkan Warner Bros. tidak berjalan mulus. Sebelumnya, Netflix hampir mencapai kesepakatan, namun raksasa streaming itu mundur setelah Paramount menaikkan tawaran tunai menjadi $31 per saham.
Kemenangan Paramount ini berarti mereka tidak hanya mendapatkan studio film dan layanan streaming, tetapi juga seluruh divisi game yang berharga, termasuk developer papan atas seperti Rocksteady Studios, NetherRealm Studios, dan Avalanche Software, pencipta game terlaris 2023, Hogwarts Legacy.
Dengan CEO Paramount, David Ellison, yang merupakan seorang gamer, banyak penggemar berharap ini menjadi angin segar bagi studio tersebut.
Namun, di balik perayaan akuisisi, awan kelabu mulai membayangi. Mengutip GamingIndustry.biz, CEO Netflix, Ted Sarandon, memberikan peringatan tajam tentang masa depan Warner Bros. di bawah Paramount.
Ia menyatakan bahwa kesepakatan ini "bergantung pada banyak pemangkasan biaya" dan akan ada "pemotongan lebih dari 16 miliar dolar" yang terjadi dalam "sekitar 18 bulan".
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran, terutama mengingat divisi game Warner Bros. sendiri sedang bergejolak pasca kegagalan Suicide Squad: Kill the Justice League dan restrukturisasi yang memfokuskan diri pada empat IP utama: Harry Potter, Game of Thrones, Mortal Kombat, dan DC.
Baca Juga: Viral Ditodong 'Kurang Bayar' Pajak, Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke Luar Negeri
Sekarang, nasib para developer berbakat di TT Games, Monolith Productions, dan studio lainnya berada di ujung tanduk.
Konsolidasi besar-besaran ini bisa berarti dua hal: sinergi yang lebih kuat untuk menciptakan game lebih fenomenal, atau pemangkasan brutal demi efisiensi yang dapat mengorbankan proyek-proyek kreatif.
Berita Terkait
-
HP Flagship 'Murah' iPhone 17e Pakai Chip Apple A19, Bisa Main Game Berat Apa Saja?
-
Game Horor Resident Evil Requiem Puncaki Metacritic dan Raih Ulasan 'Luar Biasa Positif'
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Maret 2026: Kesempatan Raih Bergkamp 117 dan Voucher
-
Xiaomi Vision Gran Turismo (GT) Muncul di MWC 2026, Mobil Futuristik ala Game Balap
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
-
Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium
-
Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
-
Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi
-
4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo
-
AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial
-
Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam