Tekno / Internet
Senin, 10 Oktober 2022 | 06:00 WIB
Ilustrasi Google Chrome. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah laporan dari Atlas VPN mengungkapkan kalau Google Chrome jadi aplikasi browser paling rentan di tahun 2022.

Sepanjang tahun, Google Chrome memiliki 303 celah kerentanan dengan total 3.159 kerentanan kumulatif.

Angka ini diperoleh dari database kerentanan VulDB yang dikumpulkan dari 1 Januari hingga 5 Oktober 2022.

Melansir Apple Insider, Senin (10/10/2022), Google Chrome adalah satu-satunya browser yang memiliki celah sejak lima hari di bulan Oktober.

Tercatat celah itu mencakup CVE-2022-3318, CVE-2022-3314, CVE-2022-3311, CVE-2022-3309, dan CVE-2022-3307.

Program CVE melacak kelemahan dan kerentanan keamanan di berbagai platform.

Aplikasi browser paling rentan di tahun 2022. [Atlasvpn]

Belum diketahui apa efek dari celah ini, tetapi Atlas VPN mengatakan kalau itu dapat menyebabkan kerusakan memori di komputer.

Pengguna dapat memperbaikinya dengan memperbarui ke Google Chrome versi 106.0.5249.61.

Di bawah Google Chrome ada Mozilla Firefox dengan 117 kerentanan.

Baca Juga: Ini Cara Mainkan Game Dinosaurus di Google Chrome, Tes Berapa Skormu?

Peringkat ketiga ada Microsoft Edge dengan total 103 celah per 5 Oktober, dengan total keseluruhan 806 celah sejak awal dirilis.

Peringkat keempat ada Safari milik Apple yang memiliki 26 celah kerentanan sepanjang 2022.

Adapun jumlah total celah di Safari mencapai 1.139 sejak pertama kali dirilis. Posisi terakhir ada Opera dengan 0 kerentanan di tahun ini.

Tetapi secara total mereka memiliki 344 celah sejak pertama kali dikenalkan. Google Chrome, Microsoft Edge, dan Opera semuanya berbagi mesin browser Chromium.

Ilustrasi Opera Browser. [Shutterstock]

Kerentanan di Chromium diklaim dapat memengaruhi ketiga browser tersebut.

Sebab proyek sumber terbuka Chromium menghasilkan source code yang digunakan oleh semua browser berbasis Chromium.

Load More