Masuk ke misi, para astronom tidak yakin apakah asteroid selebar 525 kaki (160 meter) itu adalah benda padat atau konglomerasi batuan yang longgar.
Ketika kamera DRACO DART mengungguli Dimorphos sebagai asteroid tumpukan puing, Tom Statler, ilmuwan program DART di NASA, mengatakan dia "tahu itu tidak akan menjadi 73 detik."
Statler mengatakan kepada wartawan bahwa rekoil dari ejecta—bahan permukaan yang terlempar dari asteroid—merupakan kontributor utama perubahan orbital. Itu mirip dengan udara yang ditiup keluar dari balon.
Sebagai hasil dari pengujian, Dimorphos sekarang berada puluhan meter lebih dekat dengan Didymos dengan lebar 2.650 kaki (780 meter) dan lebih terikat erat pada inangnya yang lebih besar.
Asteroid berjarak 0,75 mil (1,2 km), sedangkan sistemnya sendiri berjarak 6,8 juta mil (11 juta km) dari Bumi.
Tetapi seperti yang dijelaskan Statler, DART mungkin telah melakukan lebih dari sekadar memperpendek orbit Dimorphos di sekitar Didymos.
Ada kemungkinan bahwa tumbukan itu menimbulkan goyangan, baik pada orbitnya maupun bulan itu sendiri.
Pengamatan di masa depan diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini, jelasnya.
Menjadi jelas bahwa dampak memiliki efek besar pada sistem dalam beberapa jam dan hari setelah dampak.
Baca Juga: Terungkap, Kekuatan Asteroid Sebenarnya yang Memusnahkan Dinosaurus
Pesawat ruang angkasa LICIACube Italia, yang ikut dalam perjalanan itu, mengambil foto segera setelah tumbukan, memperlihatkan gumpalan puing-puing seperti tentakel yang tak terduga.
Pandangan dari teleskop berbasis darat dan teleskop luar angkasa Hubble dan Webb juga mengungkapkan sejumlah besar puing yang ditendang oleh dampak tersebut.
Dimorphos, menurut Glaze, telah mengembangkan ekor seperti komet, hasil dari angin matahari yang meniup partikel berbutir halus menjauh dari moonlet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
5 HP Xiaomi Rp1 Jutaan dengan Fitur NFC untuk Transaksi Digital Lancar
-
Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 10 Mei 2026: Sikat Cepat SG2 Rapper Underworld dan MP40 Cobra
-
30 Kode Redeem FC Mobile 10 Mei 2026: Klaim 500 Poin Naik Peringkat dan Pemain Bintang OVR 117
-
Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB
-
Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini