Suara.com - Murata Manufacturing, perusahaan pembuat komponen iPhone, meyakini kalau penjualan ponsel global bakal terus turun hingga 2023 nanti.
Sebelumnya di tahun 2021 mereka memprediksi kalau 1,36 miliar unit ponsel bakal terjual.
Tetapi perkiraan itu berubah, yang mana pada 2022 ini penjualan ponsel bisa kurang dari 1,2 miliar unit.
Murata mengatakan kalau faktor utama lesunya pasar ponsel karena menurunnya permintaan di China.
Mereka percaya kalau permintaan China untuk ponsel bisa bangkit apabila lockdown Covid-19 di kota-kota besar selesai.
Tetapi sebaliknya, konsumen dinilai tidak akan mengeluarkan biaya lebih banyak untuk ponsel, kecuali untuk model kelas flagship seperti iPhone 14 Pro atau iPhone 14 Pro Max.
"Konsumen mungkin bersedia membeli ponsel baru, bahkan dengan upgrade kecil jika ekonomi berada dalam kondisi yang lebih baik," kata Presiden Murata, Norio Nakajima, dilansir dari Apple Insider, Minggu (23/10/2022).
"Apa yang saya khawatirkan akan terjadi adalah smartphone menjadi komoditas lebih lanjut dan orang-orang akan menunggu lebih lama sebelum melakukan upgrade," lanjut dia.
Meskipun permintaan konsumen menurun, Apple masih mengumpulkan 80 persen dari semua keuntungan di industri.
Baca Juga: Alasan ZTE Kembali Rilis Ponselnya ke Indonesia
Pendapatan perusahaan tumbuh 3 persen year-on-year (YoY), dengan posisi tertinggi kedua dengan persentase 16 persen untuk pengiriman smartphone.
Secara keseluruhan, pendapatan smartphone global turun 2 persen secara YoY dan 15 persen untuk quarter-to-quarter (QoQ) menjadi 95,8 miliar Dolar AS pada kuartal fiskal kedua tahun 2022.
Namun, laba global tumbuh 6 persen YoY menjadi 13,1 miliar Dolar AS dalam jangka waktu yang sama.
Itu artinya, ponsel kelas flagship setidaknya mempertahankan kecepatan penjualan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Huawei Mate X7 Resmi Rilis 5 Maret 2026 di Indonesia: HP Lipat Tertipis dengan Kamera Ultra HDR
-
ROG Flow Z13-KJP Resmi Meluncur: Tablet Gaming Paling Powerful di Dunia, Cuma 50 Unit di Indonesia!
-
5 Pilihan HP yang Cocok untuk Game Berat, Anti Lag dan Spek Gahar
-
ASUS ROG 20 Tahun: Raja Gaming Indonesia Hadirkan Laptop Dual-Screen OLED 3K dan AI Generasi Baru
-
31 Kode Redeem FC Mobile 25 Februari 2026, Klaim Dunga dan Voucher Gratis
-
Terpopuler: 7 HP Paling Hemat Baterai Buat Mudik Lebaran, Roster MPL ID Season 17
-
53 Kode Redeem FF 25 Februari 2026: Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Angel Ungu
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Peta Sebaran 'Amukan' Topik Tyas dan LPDP: Lebih Banyak di X, Netizen TikTok Kurang Peduli