Suara.com - Makam Tutankhamun ditemukan para arkeolog di Lembah Para Raja pada 4 November 1922, ditemukan penuh dengan harta karun.
Beberapa artefak itu, seperti topeng kematiannya, dikenal luas. Tetapi yang lain, seperti manekin yang mungkin telah membantu raja muda memilih apa yang akan dikenakan, tidak banyak yang tahu.
Berikut adalah lima harta karun menarik dari makam Tutankhamun dan apa yang mereka ungkapkan tentang firaun Mesir kuno yang ikonik 100 tahun setelah penemuan jenazahnya, dilansir laman Livescience, Kamis (27/10/2022):
Topeng Kematian
Topeng kematian Tutankhamun mungkin adalah artefak paling terkenal yang ditemukan di makamnya.
Ditempatkan di wajah Tut, topeng hiasan sepanjang 21 inci (53 sentimeter) itu dibuat terutama dari emas bertatahkan batu semimulia dan pasta kaca berwarna.
Beratnya mencapai 22 pon (10 kilogram), Galal Ali Hassaan, seorang profesor emeritus di Departemen Desain Mekanik Universitas Kairo, menulis dalam makalah 2016 yang diterbitkan dalam International Journal of Advancement in Engineering & Technology.
"Mata dihasilkan dari obsidian dan kuarsa," tulis Hassaan, mencatat bahwa topeng itu menggambarkan Tutankhamun dengan janggut panjang dan hiasan kepala dengan ular kobra dan burung nasar.
Di bagian belakang topeng kematian adalah mantra dari Kitab Orang Mati, yang ditulis dalam hieroglif.
Baca Juga: DNA Berusia 50.000 Tahun Ungkap Pandangan Pertama Keluarga Neanderthal
Papan Permainan
Makam Tutankhamun memiliki setidaknya empat papan permainan di dalamnya, menurut buku "Orang Mesir Kuno Bermain: Permainan Papan Lintas Batas" (Bloomsbury, 2016).
Beberapa papan dan potongan permainan yang ditemukan di makam terbuat dari gading, dan papan tampaknya dirancang untuk "permainan dua puluh" dan "senet".
Tidak ada aturan permainan yang sepenuhnya jelas. Museum Besar Mesir mencatat bahwa senet dimainkan dengan papan 30 kotak dan tujuannya adalah untuk menavigasi semua bagian dengan aman dari papan sambil mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Aturan "permainan dua puluh" juga tidak pasti. Di antara para ahli yang telah mempelajari permainan, "umumnya diasumsikan bahwa kedua pemain memulai di masing-masing sisi papan yang berlawanan".
"Mereka kemudian memindahkan bidak mereka ke lorong tengah menuju lapangan terakhir dan keluar dari papan untuk menang. permainannya," jelas Anne Dunn-Vaturi, seorang peneliti di Museum Seni Metropolitan, menulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs web Museum Seni Metropolitan pada 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat
-
8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui
-
Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima
-
Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3
-
Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral
-
Diakui di Kancah Internasional, Pegadaian Raih Penghargaan Best Sukuk - SME di Kuala Lumpur