Huawei Mate 50. [Huawei]
Suara.com - DxOMark merilis hasil tes kamera mereka untuk Huawei Mate 50 Pro.
Unggulan baru dari raksasa teknologi China memiliki skor tertinggi 149.
DxOMark mengikuti hasil tes dengan rincian skor akhir. Sehingga semua orang bisa melihat baik kelebihan maupun kekurangan dari smartphone tersebut.
Rinciannya juga membantu pembaca untuk mengetahui fitur kamera mana yang berkontribusi lebih atau kurang terhadap skor total.
Dilansir laman Gizchina, Rabu (2/11/2022), berikut kekurangan dan kelebihan kamera Huawei Mate 50 Pro:
Kelebihan Kamera Huawei Mate 50 Pro
- Foto berkualitas tinggi dalam semua kondisi pencahayaan, termasuk kondisi pencahayaan rendah.
- Apertur variabel yang memungkinkan jumlah cahaya terbaik di setiap bidikan.
- Kualitas gambar yang bagus dari lensa ultra lebar.
- Kemampuan zoom yang luar biasa, kamu bisa mendapatkan detail yang bagus bahkan setelah memperbesar gambar.
- Pengambilan video dalam dan luar ruangan juga bagus.
Kekurangan Kamera Huawei Mate 50 Pro
- Dalam kondisi menantang, shutter kamera sedikit delay. Ini bisa membuat kamu kehilangan kesempatan penting.
- Gambar pratinjau terlihat sedikit berbeda dari tangkapan akhir.
- Tidak memiliki konektivitas 5G.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama