Tekno / Gadget
Jum'at, 02 Desember 2022 | 09:06 WIB
Xiaomi 12T. [Suara.com/Dicky Prastya]
Xiaomi 12T. [Suara.com/Dicky Prastya]

Spesifikasi layar di atas tentu sudah masuk untuk kelas ponsel flagship. Saat dipakai untuk menonton video atau streaming Piala Dunia 2022 misalnya, layarnya amat nyaman untuk ditonton.

Fitur Refresh rate 120Hz pun membantu layar lebih mulus saat scroll media sosial. Enaknya lagi opsinya bisa diganti menjadi Default, yang mana refresh rate akan menyesuaikan sesuai pemakaian aplikasi sehingga membuatnya lebih hemat baterai.

Kamera

Xiaomi 12T menggunakan kamera utama ISOCELL HM6 108 MP dengan optical image stabilization (OIS), kamera ultrawide 8MP, dan kamera makro 2MP. Adapun kamera depannya beresolusi 20MP.

Kehadiran fitur OIS membuat hasil foto menjadi lebih stabil, meskipun kameranya sedikit bergoyang. Di kala foto siang hari dalam kondisi luar ruangan, kamera utama maupun ultrawide Xiaomi 12T mampu menangkap foto dengan sempurna.

Saturasi warnanya tidak terlalu mencolok di kala memfoto kondisi jalan dengan objek bus dan tanaman. warna terang seperti langit dan gelap di objek bangunan bisa dibedakan dengan baik.

Fitur portraitnya pun bisa menangkap objek dengan jelas dan membuat background menjadi blur dengan sempurna.

Hanya saja di kala memotret beda jauh warnanya sedikit pudar ketika menggunakan kamera default. Jadi bagi penyuka fotografi, kalian mesti mengubahnya ke mode 108MP agar lebih tajam, tetapi ukuran fotonya tentu bakal menghabiskan memori.

Begitu pula untuk kamera depan. Fitur biasa dan portrait tetap bisa merekam wajah dengan jelas serta fokus dengan efek blur amat baik.

Baca Juga: Beda Dimensity 8100-Ultra dan Dimensity 8100 di Xiaomi 12T

Xiaomi 12T. [Suara.com/Dicky Prastya]

Untuk foto malam hari, kamera mode biasa bisa menghasilkan foto dengan sempurna. Paduan warna langit malam dengan ornamen di gedung-gedung bisa tampil jelas dan tajam.

Kelemahannya ada di kamera ultrawide, yang mana warnanya jadi pudar dan ketajamannya berkurang. Sumber cahaya seperti lampu pun ikut bias saat memakai kamera mode jauh ini.

Kemudian saat dipakai untuk merekam video, kameranya pun bisa tampil stabil berkat fitur OIS. Warnanya juga tidak terlalu berlebihan atau over saturated.

Berbeda ketika menggunakan mode 4K 30fps, hasil videonya sedikit bergoyang. Meski lebih tajam, kalian sebaiknya tetap mengaktifkan Steady Mode agar kamera lebih stabil untuk video.

Mesin

Xiaomi 12T diperkuat prosesor MediaTek Dimensity 8100-Ultra yang dipasangkan dengan RAM 8GB dan ROM 256GB. Sistem operasinya sudah MIUI 13 berbasis Android 12.

Prosesor kelas flagship ini lalu kami uji lewat aplikasi AnTuTu. Hasilnya mampu mencapai 772.685, yang mana angka itu memang sudah masuk kategori flagship meski belum sampai 800.000-an.

Kami coba memainkan Mobile Legends dan Genshin Impact di Xiaomi 12T sebagai perwakilan game ringan dan game berat. Kedua game ini bisa dimainkan dengan nyaman tanpa kendala.

Di Mobile Legends, Xiaomi 12T bisa mencapai 'rata kanan' dengan opsi Refresh Rate Ultra dan Graphics Ultra. Begitu pula dengan Genshin Impact dengan opsi pengaturan High dan 60 Fps.

Xiaomi 12T. [Suara.com/Dicky Prastya]

Khusus Genshin Impact memang menit-menit pertama masih lancar. Tapi saat dimainkan lebih lama lagi, Xiaomi 12T sepertinya kewalahan karena mulai panas dan frame rate-nya sedikit drop, membuat efek grafik pertarungan tidak terlalu gahar seperti menit awal.

Untungnya, chipset itu masih adem karena suhu baterai hanya berkisar 38 persen saat dilihat dari aplikasi AnTuTu. Tapi suhu CPU bisa mencapai 49 persen, yang tetap membuat nyaman ketika main game berlama-lama.

Baterai

Baterai Xiaomi 12T berkapasitas 5.000mAh dengan charger 120W. Baterai ini bisa dipakai seharian untuk aktivitas ringan seperti memotret, buka media sosial, atau menonton film.

Ketika baterainya penuh 100 persen di pagi hari, hingga jam 9 malam masih tersisa sekitar kurang dari 10 persen. Untuk buka YouTube selama 26 menit, baterainya habis sekitar 10 persen.

Saat main Mobile Legends selama 23 menit, baterainya turun 7 persen. Lalu main Genshin Impact 23 menit baterainya habis 8 persen.

Hal yang kami suka adalah kecepatan charger yang mampu mengisi daya dari 2-100 persen hanya dalam waktu 20 menitan saja. Hal ini dikarenakan adanya fitur HyperCharge yang menambah kecepatan charger maksimal menjadi 120W.

Tapi risikonya adalah fitur ini tidak baik untuk jangka panjang karena membuat baterai cepat panas. Jadi sebaiknya fitur itu dimatikan, karena saat kami tes charger 0 ke 100 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 36 menit.

Kesimpulan

Sempurna menjadi kata yang saya simpulkan setelah menguji coba Xiaomi 12T. Semua fitur seperti layar, kamera, prosesor, hingga baterai hampir tidak memiliki cela.

Layarnya enak untuk menonton dan melihat hasil foto, kameranya bagus untuk menangkap momen di siang hari dan outdoor, prosesor Dimensity 8100-Ultra mampu menjalankan game ringan hingga berat, dan baterainya yang tahan lama dan super cepat. Jangan lupakan juga fitur NFC hingga 5G yang juga tersedia.

Lebih lagi harga Xiaomi 12T hanya dibanderol sekitar Rp 6,6 juta. Sepertinya terlalu murah untuk semua fitur yang dihadirkan dan bakal jadi ponsel terbaik untuk kaum mendang-mending.

Kekurangan dari Xiaomi 12T mungkin terletak saat kameranya dipakai untuk mengambil gambar di malam hari ataupun indoor yang amat minim cahaya. Desainnya yang masih meninggalkan bekas sidik jari dan licin juga perlu jadi pertimbangan.

Xiaomi 12T. [Suara.com/Dicky Prastya]

Poin lainnya adalah nihilnya slot Micro SD dan jack audio 3.5mm untuk port headset kabel. Jadi kalian suka menyimpan foto dan video mesti rajin menghapus file apabila memorinya sudah penuh.

Dengan semua plus minus di atas, Xiaomi 12T tetap menjadi pertimbangan untuk dibeli. Ponsel ini bisa kalian dapatkan lewat pre-order pada 1-8 Desember 2022 baik di online maupun offline.

Load More