Suara.com - Alphonzo “Phonz” Terrell dan DeVaris Brown bertemu saat orientasi pada hari pertama mereka bekerja di Twitter.
“Kami adalah satu-satunya dua orang kulit hitam di sana, dan kami berkata, 'Hei, kami akan berteman!'” kata Terrell, yang menjabat sebagai kepala Sosial & Editorial global platform hingga bulan lalu, saat dia menjadi salah satu dari ribuan karyawan diberhentikan setelah pengambilalihan Elon Musk.
Brown adalah pemimpin manajer produk di Twitter yang mengerjakan pembelajaran mesin, tetapi meninggalkan Twitter pada 2020 untuk mendirikan Meroxa, sebuah startup Seri A yang memudahkan perusahaan membangun saluran data mereka.
Terrell dan Brown mengumumkan pendaftaran daftar tunggu untuk Spill, yang mereka gambarkan sebagai "platform percakapan waktu nyata yang mengutamakan budaya".
Mereka berharap platform tersebut akan diluncurkan dalam waktu sekitar enam hingga delapan minggu, sebagaimana melansir laman Techcrunch, Rabu (21/12/2022).
Sebagai pekerja kreatif dan teknolog kulit hitam yang bekerja di media sosial, Terrell dan Brown telah menyaksikan perempuan kulit hitam, orang-orang queer, dan komunitas beragam lainnya telah mendorong tren baru di platform seperti Twitter dan TikTok, hanya untuk diabaikan.
Dengan cara yang sama seperti para pendiri kulit hitam diberhentikan secara tidak adil dalam modal ventura, pembuat konten kulit hitam telah dicuri karyanya dan mendapatkan lebih sedikit kesepakatan merek daripada pembuat konten kulit putih, penelitian telah menunjukkan.
"Saya pikir ini benar-benar masalah platform," kata Terrell kepada TechCrunch.
Spill membangun fitur monetisasi kreator sejak awal. Spill akan menggunakan teknologi blockchain untuk memetakan bagaimana postingan menjadi viral dan memberi kompensasi kepada pencipta di baliknya.
Baca Juga: Disebut Diskriminasi Gender, 100 Mantan Karyawan Twitter Perempuan Adukan PHK Massal
Tapi, Terrell dengan sengaja menolak menyebut Spill sebagai perusahaan web3.
“Ini bukan web3. Penggunaan blockchain adalah untuk mengkredit pencipta dan menyiapkan model bagi kami untuk memberi kompensasi kepada mereka secara otomatis. Jika mereka memiliki tumpahan yang menjadi viral dan kami memonetisasinya, itu sangat efektif,” kata Terrell kepada TechCrunch.
Spill belum memutuskan seperti apa pembagian pendapatannya, atau metode apa yang akan digunakan untuk melacak bagaimana postingan mendorong pendapatan iklan.
Terrell mengatakan bahwa pembuat konten akan “benar-benar mendapatkan uang nyata” dalam dolar AS, bukan mata uang kripto.
Seperti Twitter, Spill akan memiliki umpan berita langsung di mana pengguna dapat memposting "spills" (langkah maju dari "toots" Mastodon).
Mereka disebut "tumpah" setelah frasa "tumpahkan teh", dan Terrell mengatakan bahwa mereka bersandar pada motif cangkir teh.
Berita Terkait
-
Elon Musk Gelar Pooling Pengguna, Apakah Dia Harus Mundur dari CEO Twitter?
-
Juara Dunia Jadi Trending Topic Twitter Indonesia, Warganet Rayakan Kemenangan Lionel Messi
-
Elon Musk Nonton Final Piala Dunia 2022 di Qatar Bareng Menantu Trump, Pertanda Mau Beli Klub Sepak Bola?
-
Elon Musk Bakal Pulihkan Akun Jurnalis Diblokir Twitter
-
Fitur Twitter Spaces Kembali Muncul Usai Dicabut Elon Musk
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis