Suara.com - You.com, mesin pencari yang diluncurkan tahun lalu menjanjikan lebih banyak penyesuaian, salah satunya menawarkan chatbot gaya ChatGPT.
Melalui situs webnya Friday yang dapat menjawab pertanyaan dan mengadakan percakapan, menghadirkan lebih banyak teknologi bertenaga kecerdasan buatan ke web yang lebih luas.
Fitur baru mesin pencari mengikuti ChatGPT, sebuah chatbot AI yang menjadi viral awal tahun ini karena mampu menawarkan jawaban unik untuk pertanyaan rumit, berdasarkan informasi yang dikumpulkannya dari seluruh internet.
You.com menawarkan jawaban atas pertanyaan yang lebih terkini, seperti, "Siapa yang memenangkan Piala Dunia 2022?" sementara ChatGPT hanya memiliki informasi hingga tahun lalu.
Namun, orang-orang yang menggunakan You.com harus berhati-hati, karena jawaban percaya diri untuk pertanyaan Piala Dunia tampaknya salah.
Sebuah catatan di situs mengatakan, "Produk ini dalam versi beta dan keakuratannya mungkin terbatas," dan menambahkan bahwa "You.com tidak bertanggung jawab atas konten yang dihasilkan."
Dilansir laman Cnet, Senin (26/12/2022), ChatGPT juga dikritik karena menerbitkan jawaban yang salah dengan percaya diri.
Program obrolan You.com juga dibatasi dengan cara lain dan tampaknya tidak dapat memberikan respons yang berguna untuk permintaan seperti, "Tuliskan saya program solitaire dalam HTML untuk web."
ChatGPT, You.com, dan chatbot serupa lainnya adalah bagian dari perubahan yang lebih luas di dunia teknologi.
Baca Juga: 5 Situs Pintar Selain Google yang Wajib Diketahui, Ada ChatGPT hingga Yandex
Program kecerdasan buatan semakin banyak dikodekan untuk menciptakan bentuk seni, musik, tulisan baru, dan bahkan kode mereka sendiri.
Popularitas ChatGPT yang tiba-tiba khususnya dilaporkan membuat alarm berdering di Google, yang telah membangun citra perusahaannya di seputar pekerjaan AI seperti mobil yang dapat mengemudi sendiri, aplikasi terjemahan waktu nyata, dan asisten cerdas.
Raksasa pencarian itu memiliki teknologi mirip ChatGPT sendiri yang disebut LaMDA, yang ditolak untuk dirilis secara publik karena kemungkinan menawarkan jawaban yang memalukan atau mulai mengulangi ujaran kebencian.
Chatbot lain, dari Microsoft, Facebook, dan lainnya, telah berjuang dengan masalah ini.
Salah satu pendiri You.com, Richard Socher mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia yakin mengintegrasikan fungsi obrolan ke dalam You.com akan membuatnya menonjol dari Google. "Orang-orang mencari sesuatu yang baru," katanya.
Satu hal lain yang memisahkan kedua chatbot untuk saat ini adalah You.com akan menampilkan hasil situs web di samping tanggapannya, sesuatu yang saat ini tidak dirancang untuk dilakukan oleh ChatGPT.
Berita Terkait
-
Pengguna Bisa Minta Google Hapus Nomor HP, Email, hingga Alamat Rumah
-
Microsoft Edge Paksa Pengguna Jadikan Bing sebagai Mesin Pencari Bawaan
-
Samsung Masih Jadi Merek HP Paling Banyak Dicari di Google Indonesia
-
Togel Masuk Pencarian Terbanyak di Google Indonesia 2020
-
Dipaksa Bayar Media Online, Google Ancam Tutup Layanannya di Australia
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim