Suara.com - Google telah mengumumkan bahwa mereka menambahkan peringatan "penelepon spam yang dicurigai", ke panggilan Google Voice jika dianggap tidak sah.
Dalam sebuah posting pada Kamis (29/12/2022), Google mengatakan sedang mengidentifikasi spam "menggunakan sistem kecerdasan buatan canggih yang sama", seperti yang dilakukannya dengan aplikasi telepon tradisional untuk Android.
Jika label spam muncul, kamu juga akan memiliki opsi untuk mengonfirmasi bahwa panggilan adalah spam, sebagaimana melansir laman The Verge, Jumat (30/12/2022).
Dalam hal ini, panggilan berikutnya akan dikirim langsung ke pesan suara kamu atau mengklarifikasi bahwa itu bukan spam, yang akan menghilangkan label tersebut untuk panggilan di masa mendatang.
Google Voice telah memiliki kemampuan secara otomatis memfilter panggilan yang diidentifikasi sebagai spam ke pesan suara selama bertahun-tahun, dan juga memungkinkan untuk menyaring panggilan sebelum benar-benar mengangkatnya.
Tapi opsi tersebut mungkin tidak bagus jika kamu adalah tipe orang yang mendapat banyak panggilan penting dari nomor tak dikenal.
Google memang mengatakan bahwa kamu harus mematikan fitur Filter Spam dengan membuka Pengaturan > Keamanan > Filter spam jika ingin pelabelan spam otomatis.
Meskipun sangat menyenangkan bahwa Google memberikan lebih banyak opsi kepada pengguna Voice untuk menangani spam, ada beberapa fitur canggih yang saat ini ditawarkan pada ponsel Pixel-nya yang dapat membantu lebih banyak lagi.
Peringatan spam akan tersedia untuk semua orang dengan akun Google Voice dan bisa memakan waktu hingga 15 hari untuk diluncurkan mulai Kamis, menurut perusahaan. Artinya, kamu baru mulai melihatnya pada 13 Januari nanti.
Baca Juga: Link Download Game Latto Latto yang Lagi Viral, Bisa Main Gratis di Android!
Berita Terkait
-
Twitter Memblokir Nomor Google Voice dari Autentikasi SMS, Termasuk Indonesia
-
Terobosan! Google Bisa Terjemahkan Tulisan Tangan Dokter yang Sulit Dibaca
-
Google Search Cetak Rekor Berkat Final Piala Dunia 2022
-
Cara Mengatur Ukuran Kertas di Google Docs, Mudah dan Cepat!
-
6 Game Android Terbaik tapi Tak Ada di PlayStore, Ada One Piece
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim