Suara.com - Twitter perlu meyakinkan karyawannya yang diberhentikan bahwa email yang dikirim belum lama ini adalah "bukan upaya phishing", setelah langsung masuk ke kotak masuk spam mereka.
Email tersebut, dikirim dari twitterseparation@cptgroup.com bukan dari alamat @twitter.com, berisi kontrak perpisahan mantan karyawan Twitter dan memberikan informasi mengenai pesangon.
"Jika Anda bertanya-tanya tentang keadaan Twitter saat ini, banyak orang baru saja menerima perjanjian pemisahan mereka di folder spam mereka, menunjuk ke URL yang terdaftar pagi ini dari vendor dengan 1 bintang [ Peringkat Better Business Bureau],” ujar Mantan karyawan Twitter Parker Lyons dalam tweetnya.
"Jika masih ada, saya akan melaporkan ini sebagai phishing," katanya dilansir laman Gizmodo, Rabu (11/1/2023).
Email tersebut menyertakan informasi login untuk situs web CPT Group di mana mantan karyawan diberi tahu bahwa mereka dapat melihat perjanjian pemisahan penuh, tetapi banyak yang tetap tidak yakin apakah itu resmi.
Departemen Sumber Daya Manusia Twitter mengirimkan email tindak lanjut yang mengonfirmasi bahwa email tersebut disengaja.
“Kami menulis untuk mengonfirmasi bahwa kami telah melibatkan pihak ketiga, CPT Group, untuk membantu distribusi Perjanjian Pemisahan Twitter di Amerika Serikat,” bunyi email tersebut, menurut Insider.
Ia melanjutkan, “Email ini adalah komunikasi resmi perusahaan dan bukan upaya phishing. Jika Anda tidak menerima persetujuan melalui email, harap periksa folder spam Anda.”
Grup CPT tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Gizmodo.
Baca Juga: Nama Bu Mega Jadi Trending Twitter Usai Sampaikan Pidatonya di Depan Jokowi
Menurut situs webnya, perusahaannya berbasis di Irvine, California, dan merupakan “penyedia terkemuka layanan administrasi gugatan perwakilan kelompok dan penyelesaian”.
Twitter, yang tidak lagi memiliki departemen media, tidak menanggapi permintaan komentar, karena semua email dikembalikan karena tidak dapat terkirim.
Email tersebut menghubungkan mantan karyawan ke halaman Pemisahan Twitter di situs web CPT yang berbunyi, “Seperti yang Anda ketahui, kami harus mengurangi tenaga kerja global kami untuk memastikan kesuksesan perusahaan di masa mendatang, dan pekerjaan Anda telah terpengaruh.
"Sejak kami memberi tahu Anda tentang status Anda, Anda tetap tidak bekerja, bekerja, dan dalam daftar gaji, dan ini akan berlanjut hingga tanggal perpisahan Anda. Anda juga berhak menerima pesangon tambahan jika Anda menandatangani perjanjian pemisahan dan pembebasan.”
Ribuan karyawan Twitter diberhentikan pada November lalu, hanya beberapa minggu setelah Elon Musk mengambil alih platform media sosial, yang berjumlah lebih dari setengah tenaga kerjanya.
Sejak PHK, mantan karyawan Twitter telah menunggu paket pesangon mereka, yang menurut Musk akan memberikan pesangon berbayar selama tiga bulan sebagai imbalan bagi karyawan yang menahan diri untuk tidak menuntut Twitter.
Berita Terkait
-
Peringatan Dini Tsunami Bergema di Trending Topik Twitter
-
Video Viral 4 Wanita Bersaudara Masih Bisa Ditemukan di Twitter
-
Setelah PHK Massal Karyawan Twitter, Elon Musk Dibuat Merugi Tesla
-
Warganet Unggah Foto Mas Wali Bareng Cosplayer Anime, Gibran: Lari Ada Wibu
-
Belum Selesai, Twitter Kembali PHK Karyawan Moderasi Konten Global
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
5 HP RAM 12 GB Paling Murah, Performa Top untuk Pemakaian Lama
-
5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas
-
Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok
-
Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh
-
Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI
-
Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta