Suara.com - Selain individu dan perusahaan besar, pelaku bisnis skala kecil ternyata juga berpotensi untuk menjadi sasaran empuk para penipu online.
Berdasarakan keterangan perusahaan keamanan siber Kaspersky, Sabtu (14/1/2023), penipu nline yang menyasar bisnis skala kecil disebut melakukan pendekatan yang lebih individual untuk merancang skema rekayasa yang lebih meyakinkan korban.
Berikut beberapa skema rekayasa sosial yang paling umum digunakan penipu untuk menjebak pengusaha kecil :
Melakukan pemerasan lewat ulasan buruk
Reputasi yang baik tentu akan membawa keuntungan berarti bagi bisnis. Namun, para penipu kerap memberikan ulasan negatif tentang bisnis Anda kemudian mengirimkan pesan melalui email yang menawarkan untuk menghapus ulasan dengan membayar sejumlah uang.
Acara palsu
Para penipu online biasanya kerap memanfaatkan cara-cara seperti undangan konferensi, roundtable, atau diskusi menarik untuk menjaring para pebisnis kecil.
Cara ini efektif dilakukan para penipu online karena pebisnis skala kecil tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka. Sementara acara tersebut sebenarnya tidak pernah ada. Sedangkan para pebisnis biasanya sudah membeli tiket.
Meniru pemasok terpercaya
Baca Juga: Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack
Perusahaan besar biasanya memiliki departemen khusus dan prosedur yang ketat untuk memeriksa subkontraktor sebelum mulai bekerja sama. Namun, bisnis skala kecil mungkin kekurangan sumber daya untuk melakukan hal tersebut.
Penipu memikat pengusaha kecil dengan berbagai penawaran menarik, ketentuan yang fleksibel, dan situs web yang tampak seperti asli. Mereka dapat meniru semua jenis organisasi mulai dari agen perjalanan hingga pemasok grosir.
Spear phishing
Phishing merupakan salah satu metode paling populer dan mudah diterapkan agar mendapatkan informasi yang diperlukan untuk mencuri uang perusahaan, seperti login rekening bank, kata sandi, dan sebagainya.
Dalam kasus spear phishing, penipu akan mengirim email langsung ke orang yang bertanggung jawab atas anggaran perusahaan. Kemudian, mereka akan menyamar sebagai bank, mitra, atau kolega, dan meminta pembayaran atau informasi mengenai karyawan atau rekening perusahaan.
Demikian sejumlah trik yang biasanya digunakan para penipu online untuk menjerat para pelaku bisnis skala kecil.
Berita Terkait
-
Terima Email Masuk Spam, Isinya Informasi PHK Karyawan Twitter: Itu Bukan Phising
-
Bahaya yang Mengintai jika Ceroboh Menjaga Keamanan Kata Sandi
-
Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack
-
Indonesia Kena 7.988 Serangan Phishing di Q3 2022, Sektor Keuangan Jadi Target Utama
-
Waspada Google Terjemahan Dimanfaatkan Phishing, Jangan Sampai Kecolongan!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard