Semakin tinggi bintang yang diberikan semakin sehat produk tersebut untuk dikonsumsi.
Dua tahun lalu, jus buah ditetapkan lebih buruk dibandingkan minuman diet cola.
Alasannya karena minuman yang bukan dari produk hewani, seperti jus, didasarkan pada keseluruhan energi yang dihasilkan, tanpa melihat jumlah kandungan lain seperti protein dan serat.
Dengan perubahan tersebut, jus buah alami yang sebelumnya mendapat bintang 5 sekarang turun menjadi antara bintang 2 dan 4.
Jus yang memiliki kandungan lebih dari 11 persen gula turun ke peringkat 1 sampai 1,5.
Nathan Hancock, Direktur Eksekutif persatuan industri pembuat minuman dari jeruk, Citrus Australia, mengatakan sebaiknya sistem pemberian peringkat tersebut dihapus.
"Ada begitu banyak produk manufaktur yang bisa menyembunyikan kadar gula dalam produk mereka demi meningkatkan rasa dan membuat orang mengkonsumsinya."
"Jujur saja, menurut saya birokrasi kita sudah keterlaluan."
Gemma mengatakan CSIRO berharap dengan teknologi baru ini sistem peringkat kesehatan bagi jus buah alami bisa meningkat.
Baca Juga: Tidak Hanya Menyegarkan, 7 Jus Buah ini Bantu Kamu Mendapatkan Muka Glowing
"Ini jelas merupakan ambisi kami," katanya.
"Peringkat dikaitkan dengan tingkat energi, jadi bila kita mengurangi kandungan gula, peringkatnya otomatis jadi lebih baik".
Departemen Kesehatan Australia mengatakan kepada ABC jika mereka sedang melakukan kajian terhadap penelitian yang dilakukan oleh Citrus Australia.
Namun Nathan kembali mengatakan dia lebih menginginkan sistem peringkat dihapus.
"Saya kira fokus pada pemeringkatan kesehatan untuk produk adalah tidak tepat, dan sudah waktunya sistem ini dikaji dan dihapus," katanya.
Citrus Australia sedang bekerja sama dengan kelompok penelitian dari kalangan petani sendiri bernama Hort Innovation untuk mengidentifikasi kandungan jus yang bermanfaat dan hasilnya diharapkan akan muncul di akhia tahun 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc