Suara.com - Pemerintah melakukan impor LPG senilai puluhan triliun rupiah dalam setiap tahunnya untuk kebutuhan memasak rumah tangga. Di mana, gas LPG 3 kiloan mendominasi. Sebagian besar LPG ini diimpor langsung dari AS dan Timur Tengah, hingga membuat subsidi pada APBN membengkak.
Hal ini tentu menjadi oroni, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya gas alam yang berlimpah. Salah satu gas alam Indonesia berupa LNG. Diketahui, Indonesia melakukan ekspor 300 karga LNG ke Jepang dan Korea pada tahun 2024 lalu.
Meski begitu, Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan bahwa ekspor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Indonesia pada tahun 2025 turun karena alokasinya lebih banyak dialihkan ke berbagai pasar domestik. SKK Migas mendata ekspor LNG 2025 anya sebanyak 150 kargo, sedangkan alokasi domestik sejumlah 86 kargo.
Permintaan LNG di dalam negeri terus meningkat, ditopang oleh kenaikan permintaan dari PT PLN (Persero). Di mana sebelumnya hanya sekitar 60 kargo per tahun menjadi 100 kargo per tahun sejak tahun 2024.
Dikutip dari situs Ditjen Migas Kementerian ESDM, LNG merupakan sebuah gas metana dengan komposisi 90 persen metana (CH4) yang kemudian dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu di angka -163 derajat celsius. Sebelum akhirnya dicairkan, gas harus menjalani proses pemurnian terlebih dahulu guna menghilangkan beberapa kandungan senyawa yang tidak dibutuhkan. Dengan proses tersebut, volume gas dapat menjadi 600 kali lebih kecil.
Melalui proses penyusutan tersebut, LNG jadih mudah ditransportasikan dalam jumlah yang lebih banyak dan diangkut menggunakan kapal khusus. LNG kemudian dibawa ke terminal-terminal LNG untuk disimpan di tangki dengan menggunakan tekanan atmosferik. Setelah melalui proses regasifikasi, LNG pun dikonversi kembali menjadi sebuah gas agar dapat disalurkan melalu sistem transmisi (pipa) untuk kemudian dimanfaatkan oleh para pengguna.
Kendati produksi gas bumi Indonesia utamanya dimanfaatkan sebagai penyuplai salur gas (pipa transmisi) dan LNG, masyarakat lebih sering menggunakan LPG/elpiji. Tabung elpiji, dengan berbagai ukuran terutama elpiji melon, sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk memasak.
Diketahui, LPG adalah gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Itu berarti, diperlukan persentase minimum tertentu dari propana serta butana supaya bisa diekstraksi untuk menjadi elpiji.
Karena karakter gas Indonesia didominasi metana, maka kemampuan untuk produksi elpiji di dalam negeri terbatas. Tidak semua lapangan migas bisa melakukannya, termasuk untuk mencapai keekonomian.
Baca Juga: Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
Alasan LNG Tidak Bisa Dikemas di Tabung Melon
LNG (Liquefied Natural Gas) tidak dapat dikemas di dalam tabung melon (LPG 3 kg) lantaran perbedaan karakteristik fisik yang ekstrem.
LNG cenderung memerlukam suhu kriogenik (sangat dingin, sekitar -160C) untuk tetap cair, sementara tabung melon dirancang secara khusus untuk menampung LPG cair bertekanan, tidak untuk menahan suhu sangat dingin, sehingga LNG akan langsung menguap.
Berikut ini adalah alasan yang lebih detail mengapa LNG tidak bisa digunakan di tabung melon:
1. Suhu Penyimpanan (Kriogenik)
LNG wajib disimpan pada suhu sangat rendah (-160C) supaya tetap berbentuk cair. Tabung melon yang digunakan untuk menampung LPG tidak mempunyai insulasi vacuum khusus (seperti termos) yang dibutuhkan untuk mempertahankan suhu dingin itu.
Berita Terkait
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia
-
Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
HP OPPO Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Juni 2026: Ada Layar AMOLED dan Baterai Jumbo
-
7 Meme Dadan BGN Viral Jadi Parodi: Dapat Hukuman Netizen, Trending Lama di X
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TH-65NX600G: Smart TV Premium Terjangkau Layar 65 Inci
-
HP Samsung Rp1 Jutaan Apa Saja? Ini 4 Pilihan Terbaik Bulan Juni 2026
-
Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam
-
5 HP Samsung dengan Kamera 0.5 Paling Kece untuk Konten Estetik Kreator Pemula
-
Posisi Laufey dalam Game God of War, Rahasia Karakter Utama Terungkap
-
4 HP Android dengan Fitur Live Photo seperti iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 HP Baterai 7000 mAh untuk Main Game Berat: Spek Gahar, Layar AMOLED, dan Cas Super Ngebut
-
Smartwatch Premium, Amazfit Balance 3 Hadir dengan Layar 3.000 Nits dan Memori Lega