Konsep dari FO ini adalah untuk mentransmisikan data dalam bentuk cahaya melalui serat optik tipis dengan kecepatan tinggi. Kecepatan transmisi tersebut mencapai 10 Gbps.
Kelebihan utama dari jenis ini adalah kapasitas yang lebih besar untuk mentransmisikan data. Jenis ini juga lebih tahan terhadap gangguan elektromagnetik atau gangguan lainnya sehingga memberikan kualitas pengiriman dan pengolahan data yang lebih baik.
Selain itu, FO juga tahan terhadap karat dan minim resiko konsleting. Hal ini disebabkan karena bahan penyusun kabel tidak mengandung aliran listrik di dalamnya.
Kekurangan dari jenis ini adalah dari segi biaya pemasangan dan belum semua provider menyediakan opsi kabel fiber optik ini.
Perbedaan Kabel Coaxial dan Fiber Optik
Setelah Anda mengenal pengertian dari kabel coaxial dan fiber optik, keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mentransmisikan data. Akan tetapi, ada beberapa perbedaan mendasar dari kedua jenis tersebut, yaitu:
1. Bahan penyusun kabel
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahan penyusun kedua kabel ini tidaklah sama. Jenis coaxial terbuat dari tembaga, alumunium, atau plastik sebagai bahan penyusunnya.
Sementara itu, jenis FO terbuat dari serat optik tipis yang terbuat dari kaca atau plastik.
2. Biaya instalasi
Apabila dilihat dari bahan penyusunnya, jenis fiber optik memiliki biaya instalasi yang cukup mahal. Perawatan jenis kabel ini juga terbilang cukup tinggi karena biasanya dipasang pada daerah jalur yang rumit seperti berkelok-kelok atau terdapat banyak lengkungan. Untuk itu, diperlukan keahlian dan ketelitian khusus untuk memasang fiber optik ini.
Baca Juga: 3 Cara Cek Kuota Telkomsel Lewat Kode Dial UMB, Aplikasi, dan SMS dengan Mudah!
Sementara itu, jenis coaxial bisa jadi alternatif untuk transmisi data karena biaya pemasangannya yang tidak terlalu mahal. Pasalnya, bahan penyusun coaxial adalah tembaga atau alumunium yang tidak memakan biaya tinggi. Selain itu, jenis kabel ini juga umum ditemukan di masyarakat sehingga tenaga ahli pun lebih familiar dalam menggunakannya.
Tidak jarang hanya beberapa provider internet saja yang menggunakan jenis fiber optik. Bahkan, provider seperti First Media menggunakan dua jenis kabel tersebut untuk memaksimalkan kecepatan koneksi internet.
3. Media transmisi data yang digunakan
Untuk melakukan transmisi data, kedua kabel tersebut menggunakan media yang berbeda. Jenis coaxial menggunakan impuls listrik untuk transfer data dari server ke perangkat. Impuls listrik di sini tercipta dari gesekan atau rangsangan aliran listrik yang merambat pada serabut kabel.
Di sisi lain, jenis fiber optik menggunakan cahaya sebagai media transmisi data untuk mengirim atau memproses informasi dari jaringan.
4. Jangkauan dan kapasitas transmisi data
Jenis fiber optik memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh untuk mengirimkan data dibandingkan coaxial. Kapasitas transmisi FO bisa mencapai 10 Gbps untuk kecepatan download dan upload-nya. Akan tetapi, fiber optik masih terbatas penggunaannya hanya oleh beberapa provider tertentu saja.
Coaxial bisa menjadi opsi karena sudah umum digunakan dan banyak ditemukan di masyarakat. Namun, kapasitas coaxial bisa dibilang cukup kecil. Akan tetapi, kapasitas tersebut bisa ditingkatkan dengan menggunakan kabel modem docsis 3.1 yang akan memberikan kecepatan download hingga 10 Gbps.
Kini Anda sudah memahami tentang kabel coaxial dan fiber optik mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan, hingga perbedaan antara kedua jenis kabel tersebut. Keduanya memiliki fungsi yang sama untuk mentransfer data dan memaksimalkan koneksi internet.
Untuk itu, pastikan Anda menggunakan provider internet seperti First Media yang menggunakan antara kedua jenis kabel ini untuk merasakan pengalaman mengakses internet lancar tanpa hambatan.
Berita Terkait
-
5 Cara Cek Kecepatan Internet Paling Mudah dan Akurat
-
Pentingnya Optimalisasi Peran Teknologi dalam Pendidikan Tingkat Dasar
-
Harga Paket XL Satu dan Cara Langganan
-
Pengguna Internet di Indonesia Tahun Ini Capai 212,9 Juta, Bisnis Pulsa Masih Menjanjikan
-
7 Cara Mudah Menjual Hasil Gambar atau Desain di Internet, Jadikan Hobi Sebagai Tambahan Penghasilan
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?
-
4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Harga HP Naik Terus? Ini Waktu Terbaik Ganti HP Baru Menurut David GadgetIn
-
4 HP Redmi Terbaik 2026 Menurut Reviewer Gadget untuk Multitasking hingga Gaming
-
Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship
-
25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
-
14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
-
Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports