Suara.com - Warganet heboh pada Selasa setelah nama Mahkamah Konstitusi di Google Maps berubah menjadi Mahkamah Keluarga. Perubahan nama ini diduga hasil keusilan warganet yang memprotes keputusan pengadilan tersebut soal keputusan terkait batas usia cawapres dan capres dalam Pemilu 2024.
Cara ganti nama tempat di Google Maps memang bukan perkara pelik. Setiap pengguna Google bisa dengan mudah mengubah atau mengganti nama tempat di aplikasi navigasi tersebut.
Berikut adalah cara ganti nama tempat di Google Maps:
- Buka aplikasi Google Maps
- Cari lokasi yang namanya hendak diubah
- Klik lokasi tersebut hingga muncul boks berisi keterangan detil tempat tersebut
- Pada bagian bawah boks itu akan terdapat opisi Suggest an Edit
- Setelah opsi itu diklik, pilih Change name or edit other details
- Akan muncul boks baru dengan beberapa kolom, gantilah nama tempat dan informasi lain sesuai dengan yang Anda kehendaki
- Terakhir, klik Submit
MK jadi Mahkamah Konstitusi
Diwartakan sebelumnya, nama MK berubah menjadi Mahkamah Konstitusi pada Selasa. Di titik alamat MK di Google Maps - Jalan Medan Merdeka Barat No 6, Jakarta - kini muncul nama Mahkamah Keluarga.
Meski demikian pada Selasa malam, nama Mahkamah Keluarga sudah hilang dan kini titik tempat Gedung MK berada di Google Maps kosong alias tak bernama.
Tetapi jika pengguna Google Maps mengetik Mahkamah Keluarga di kolom pencarian, aplikasi navigasi tersebut masih akan tetap mengarahkan ke alamat MK.
Julukan Mahkamah Keluarga sendiri diciptakan warganet untuk mengkritik keputusan MK yang menerima gugatan terhadap undang-undang pemilu, khususnya yang mengatur soal batas usia calon presiden dan cawapres.
Pihak yang mengkritik menuding putusan itu diambil untuk mengakomodir pencalonan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres. Gibran diketahui akan maju di Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto.
Apa lagi Ketua MK saat ini adalah Anwar Usman, yang tidak lain adalah paman Gibran sendiri. Idayati, perempuan yang dinikahi Anwar pada 2022 lalu, adalah adik kandung Presiden Jokowi.
MK sendiri pada Selasa sore mengaku sudah mengetahui perubahan nama alamatnya di Google Maps dan akan membahas masalah tersebut.
Berita Terkait
-
Keresahan Ernest Praksa soal Gibran dan Pilres 2024 Didukung Alissa Wahid: Intelegensi Kalian di Atas Rata-Rata
-
Jimly Asshiddiqie Kecewa Mahfud MD Tuding Majelis Kehormatan MK Bisa Dibeli: Tidak Beradab!
-
Mahfud MD Singgung Uji Materi Usia Capres-Cawapres: Tidak Boleh Terjadi Lagi
-
Terbentuk Isu Dinasti Politik, Ini Deretan Jejak Blunder Keluarga Jokowi
-
KPU Tak Revisi PKPU usai Putusan MK, Prabowo - Gibran Bisa Gagal Maju Capres - Cawapres!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian