Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini tengah menyusun etika mengenai pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) seiring dengan perkembangan teknologi terbaru tersebut yang kian masif.
"Kominfo sedang menyusun etika pengembangan dan penggunaan AI," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong, di Semarang, Selasa (7/11/2023).
Hal itu disampaikan Usman usai menjadi pembicara kunci konferensi komunikasi internasional bertema "Artificial Intelligence and The Future Communication" yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).
Usman menjelaskan sebenarnya pemerintah sudah memiliki beberapa regulasi terkait pengembangan teknologi, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang sekarang sedang revisi kedua.
"Nanti, berarti UU ITE yang ketiga (hasil revisi kedua), menyesuaikan perkembangan teknologi. Kemudian UU PDP (Undang-Undang Nomor 27/2022 tentang perlindungan data pribadi)," katanya.
Kemudian, lanjut dia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik, dan Permenkominfo yang mengatur tentang teknologi.
"Sekarang ini kami sedang menyusun etika dalam penggunaan AI. Biro Hukum Kemenkominfo sedang menyusunnya," katanya.
Menurut Usman, kehadiran AI yang menjadi hasil perkembangan teknologi memang memberikan yang positif ataupun negatif, tetapi selama ini dampak negatifnya yang lebih banyak dibicarakan.
"Misalnya, dalam dunia komunikasi, dunia jurnalistik, algoritma menciptakan jurnalisme clickbait. Kemudian, masih terjadi perdebatan penggunaan virtual presenter. Apakah diperlukan di dalam dunia pemberitaan media," katanya.
Baca Juga: Peringatan Elon Musk: AI Bisa Ancam Orang Jadi Pengangguran
Di sisi lain, kata dia, AI juga membantu media dalam bekerja, misalnya penggunaan ChatGPT untuk memulai riset awal mengenai suatu topik yang akan diliput, namun tetap harus dilakukan cek dan ricek.
Melihat kondisi sekarang ini, kata Usman, Kemenkominfo betul-betul memperhatikan pengembangan AI agar jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang buruk, namun tidak kemudian menghentikan perkembangannya.
"Kita perlu kritis terhadap pengembangan teknologi, tetapi jangan terlalu khawatir. Khawatir seperlunya saja. Teknologi harus dikembangkan supaya dampak baiknya ditingkatkan, dan dampak buruknya diminimalisir," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
BSSN dan Kominfo Siapkan 39.000 Orang Buat Cegah Kebocoran Data di IKN
-
Jadi Tersangka Baru Kasus BTS Kominfo, Kejagung: Achsanul Qosasi Terima Uang Rp40 M di Hotel Grand Hyatt
-
Menteri Kominfo: Investasi Jaringan 5G Mahal, Pemakainya Baru 5 Persen
-
Kominfo Tepis Isu Aliran Dana Judi Online ke Partai Politik: Semua Sudah Kami Tutup
-
Kominfo Restui Jika TikTok Shop Mau Balik Lagi ke Indonesia, Tapi Ada Syaratnya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118