Suara.com - Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Widodo Muktiyo menyatakan kementerian mengampanyekan Pemilu Damai 2024 untuk meningkatkan partisipasi pemilih hingga 75 persen.
Widodo mengatakan itu dalam FGD Komunikasi Publik dan Media Massa: Peran Publik Dalam Mensukseskan Pemilu Damai 2024 di Yogyakarta, Kamis (23/11/2023).
“Salah satu isu yang kita coba cari solusi berkaitan dengan partisipasi pemilih. Melalui Focus Group Discussion ini, Kominfo melibatkan akademisi memberikan perspektif untuk Pemilu Damai 2024 dan mensukseskan Pemilu dengan tingkat partisipasi di atas 75%,” kata Widodo.
Menurut Widodo Muktiyo tolok ukur keberhasilan pelaksanaan Pemilu tidak hanya berkaitan dengan tingkat partisipasi publik. Secara khusus, Kementerian Kominfo juga memberikan perhatian berkaitan dengan dinamika di ruang digital.
“Selain partisipasi, Kominfo juga mengantisipasi SARA dengan menjaga netralitas dan mendorong anti perpecahan atau polarisasi. Pada saat bersamaan di ruang digital kita dorong antihoaks agar menjaga ruang digital tetap damai,” tuturnya.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, saat ini telah terdaftar 204.807.222 orang pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap. Sekitar 56,45% merupakan pemilih Milenial dan Gen Z.
“Menuju Pemilu 2024, keberlangsungan demokrasi menjadi aspek penting yang perlu dijaga baik di ruang fisik maupun ruang digital,” jelas SAM Kominfo Bidang Komunikasi dan Media.
Menghadapi Pemilu 2024, Widodo Muktiyo mendorong generasi muda bisa menyikapi dengan benar dan tidak terjebak dengan hoaks.
“Ini menjadi penting bisa buat teman-teman generasi milenial para mahasiswa yang menjadi opinion leader untuk bisa menyikapi era digital,” ujarnya.
Baca Juga: Menkominfo: Siaran TV Harus Kampanyekan Pemilu Damai 2024
Kementerian Kominfo juga mengajak pemilih muda menciptakan Pemilihan Serentak 2024 dengan damai dan menyentuh rasa kepedulian generasi muda terhadap masa depan negara.
“Kita berharap mau menggunakan hak pilihnya karena ini adalah pesta yang penuh kegembiraan. Tugas kalian, ayo kita sambut Pemilu Damai 2024,” ajak SAM Kominfo Bidang Komunikasi dan Media.
Sebelumnya, kajian dan diskusi mengenai Pemilu Damai 2024 juga telah dilaksanakan di Jakarta melibatkan perwakilan pengelola media publik LPP TVRI dan RRI. Lewat diskusi ini Kementerian Kominfo menjaring ide dan gagasan yang bisa mendukung pelaksanaan Pemilu secara damai.
Berita Terkait
-
Kemkominfo Akan Kumpulkan Perwakilan Pers untuk Finalisasi Perpres Publisher Rights
-
Kemkominfo Putus Akses Lebih dari 14.000 Situs dan Aplikasi Berisi Produk Keuangan Ilegal
-
Kemkominfo Terima Masukan dan Kritik Masyarakat Terkait RPM BAKTI, Ini Caranya
-
Indeks Literasi Digital Indonesia Naik di 2022
-
Jaga Ruang Publik Jelang Pemilu 2024, Kemkominfo Siapkan Strategi Ini
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
Terkini
-
Rektor Unsoed Tersandung Kasus Korupsi, Pengamat Desak Evaluasi Sistem Pendidikan
-
Media Belanda Bongkar Efek Dahsyat Ole Romeny dan Justin Hubner, Fortuna Sittard Ketiban Berkah
-
Water Bombing Rp100 Juta per Jam, Kalau Api di Konsesi Perusahaan Siapa yang Bayar?
-
DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis
-
Tangani Dampak Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Layanan Adminduk Hingga Bantuan Presiden Berjalan
-
Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres
-
Demo di Depan DPR Besok, Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Surat Pemberitahuan yang Masuk
-
European Leagues Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Demi Putranya yang Autisme, Ibu ini Membuat Tato Keyboard di Tangannya