Suara.com - Split push merupakan pendekatan dalam game Mobile Legends, di mana pemain dengan sengaja memisahkan diri dari timnya dan mendorong jalur di peta yang jauh dari pertarungan tim utama.
Strategi ini akan memaksa hero musuh untuk mengambil keputusan yang sulit, mempertahankan split push atau melakukan pertarungan tim dengan anggota tim split pusher lainnya.
Ini adalah taktik yang efektif, namun sayangnya hanya sedikit hero yang bisa melakukannya.
Tetapi, ada beberapa hero yang cocok untuk digunakan dalam metode ini. Bagi yang ingin berlatih split push, menguasai hero-hero ini sangatlah penting karena hero Mobile Legends tersebut unggul dalam mobilitas dan damage.
Berikut ini tiga hero split push terkuat di Mobile Legends:
1. Ling
Ling memiliki kemampuan luar biasa yang memungkinkannya melintasi peta dengan cepat dan melakukan pengintaian dengan aman menggunakan Finch Poise.
Tak hanya itu, damage yang dihasilkan Ling sangat kuat sehingga membuat penghancuran turret menjadi mudah, terutama di late game saat Ling mendapatkan item intinya.
Hal yang membuat Ling sangat cocok menjadi hero split push adalah skill Ultimate miliknya, yaitu Tempest of Blades, yang memberikannya jalan keluar yang aman setiap kali hero musuh mencoba mempertahankan markasnya.
Baca Juga: 3 Hero Tank Jungle Terbaik di Mobile Legends Buat Push Rank Sampai Mythic
Ini memungkinkan Ling untuk menghindari potensi ancaman dan terus memberikan tekanan di jalur yang berbeda, menjadikannya pilihan ideal untuk melakukan split push di Mobile Legends.
2. Fanny
Sama seperti Ling, Fanny juga memiliki kemampuan penjelajahan peta yang luar biasa berkat skill Steel Cables miliknya.
Tetapi untuk menguasai keterampilan ini memerlukan banyak latihan. Fanny terkenal dengan kemampuan mobilitas paling menantang di dalam game.
Yang membedakan Fanny dengan Ling adalah kemampuan uniknya yang dapat dengan cepat kembali ke pertarungan tim setelah melakukan split push, asalkan Fanny dapat menghemat bar energinya secara efektif.
Keunggulan ini memungkinkannya untuk memberikan tekanan besar pada jalur musuh, dengan cepat bergabung kembali dengan timnya untuk pertempuran penting, dan kemudian kembali melakukan split push sesuai kebutuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura
-
Senyum Terakhir di KMP Mutiara Sentosa 2: Rencana Pernikahan Sari yang Kandas di Laut Sapudi
-
Keberanian John Herdman Datangi Suporter Garuda yang Kecewa Disanjung Media Asing
-
Simpanan Masyarakat Terus Tumbuh, LPS Yakin Tidak Ada Makan Tabungan
-
PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran