Suara.com - Mengembangkan teknologi AI di berbagai produk andalannya, Google baru-baru ini dilaporkan menghadirkan AI generatif di aplikasi Google Maps. Adanya AI generatif di Google Maps ini menjamin kehadiran fitur baru di aplikasi tersebut.
AI generatif di Google Maps ini baru bisa dinikmati oleh pengguna aplikasi tersebut yang berada di wilayah Amerika Serikat. Penyebaran fitur ini diketahui masih belum merata di seluruh dunia.
Dilansir dari GSM Arena, kehadiran AI generatif di Google Maps ini untuk membantu penggunanya menemukan tempat dan kebutuhan-kebutuhan di aplikasi tersebut.
Nantinya, pengguna hanya perlu menyampaikan apa yang dicari ke aplikasi dengan bahasa normal dan AI generatif Google ini akan secara otomatis menganalisa basis data untuk memberi informasi yang tepat.
Pencarian lokasi ini akan dilengkapi dengan munculnya ulasan-ulasan yang ditulis oleh pengguna Google Maps. Hal ini dipandang Google akan mampu memberikan detail informasi yang mendalam dan luas.
Pengguna Google Maps nantinya hanya perlu menyampaikan permintaan seperti "tempat dengan suasana vintage di San Fransisco', maka Google Maps bisa langsung memberi banyak pilihan.
Informasi yang muncul nantinya mengenai lokasi bersama foto, peringkat dan ulasan yang diberikan oleh pengguna Google Maps nantinya. AI generatif yang ada di aplikasi ini bisa digunakan untuk berkomunikasi secara aktif dengan penggunanya.
Meskipun sudah secara resmi memperkenalkan teknologi AI generatif di Google Maps, masih belum diketahui kapan fitur ini akan bisa dicicipi secara global nantinya.
Berita Terkait
-
Telkomsel Gandeng Singtel dan Google Dukung Transformasi Digital Bisnis
-
Cara Sharing File dengan Google Drive, Hanya Butuh Beberapa Klik
-
7 Cara Mengatasi Download Tertunda di Google Play Store
-
Cara Membuat dan Membagikan Link Google Drive, Mudah untuk Berbagi File
-
Kominfo Tuntut Google-Twitter-Meta Gencar Kampanye Pemilu Damai
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI