Suara.com - Google untuk sementara menghentikan fitur pembuatan gambar orang dalam aplikasi percakapan Gemini.
Alasan, chatbot Gemini tengah membutuhkan perbaikan untuk memastikan akurasi.
Keputusan ini mengikuti masukan pengguna yang menunjukkan ketidakakuratan dan keluaran yang menyinggung dalam gambar yang dihasilkan.
Fitur tersebut, yang didukung oleh model AI Imagen 2, menghadapi tantangan dalam menciptakan representasi yang tepat dan tidak memihak, yang menyebabkan penangguhan.
Google telah mengakui permasalahan ini dan menghubungkannya dengan tantangan dalam menyempurnakan model AI.
Hal ini untuk menghindari representasi yang tidak tepat atau bias dalam upaya mencapai inklusivitas.
Meskipun ada upaya untuk mengurangi masalah yang ditemukan pada teknologi pembuatan gambar sebelumnya, fitur ini menghadapi kendala yang signifikan.
Kadang-kadang menghasilkan penggambaran yang tidak perlu atau menjadi terlalu berhati-hati, gagal menghasilkan gambar untuk permintaan tertentu.
Wakil Presiden Senior Prabhakar Raghavan menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk memperbaiki masalah ini dengan perbaikan dan pengujian ekstensif sebelum fitur tersebut tersedia kembali.
Baca Juga: Penampakan Desain Baru Halaman Masuk dan Pendaftaran Google
Dilansir dari laman Gizmochina, Minggu (25/2/2024), ia juga mencatat tantangan yang ada dalam memastikan keandalan AI.
Terutama terkait topik-topik sensitif, dan menyoroti upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akurasi teknologi.
Bahkan tokoh masyarakat, termasuk Elon Musk dan pemimpin Partai Republik Vivek Ramaswamy, mengkritik fitur tersebut karena menghasilkan gambar yang menurut mereka tidak akurat secara historis dan tidak sensitif terhadap ras.
Penangguhan ini merupakan bagian dari upaya Google yang lebih luas untuk mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab, mengingat kompleksitas yang ada dalam menciptakan sistem AI yang kreatif dan akurat.
Perusahaan telah menyatakan bahwa mereka bekerja keras untuk mengatasi masalah terkini dan berencana untuk segera merilis kembali versi perbaikan dari fitur pembuatan gambar.
Google juga menyarankan penggunaan Google Penelusuran untuk mendapatkan informasi terkini dan andal.
Hal ini bersumber dari beragam sumber daya web melalui sistem berbeda.
Berita Terkait
-
Doodle Pemilihan Umum Indonesia 2024 Mejeng di Halaman Awal Google
-
Google Gemini Versi Seluler Siap Masuk Indonesia?
-
Film Dirty Vote Susah Dicari di YouTube, Benarkah karena Shadow Ban?
-
Google One Lampaui 100 Juta Pelanggan, Kini Giliran Paket AI Premium yang Ditawarkan
-
Mode Membaca Google Kini Bisa Digunakan di Gmail dan Medsos
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan
-
UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta
-
Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"
-
Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah
-
Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat
-
Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi