Pada hari ekuinoks, seluruh wilayah di Bumi memiliki waktu siang dan malam yang hampir tepat 12 jam, karena perjalanan tahunan Matahari.
Di mana pun pengamat tinggal di Bumi, pada hari ekuninoks, Matahari akan terbit dari titik di cakrawala yang terletak di sebelah timur dan terbenam di bawah titik yang terletak di sebelah barat.
Ekuinoks terjadi karena sumbu putaran Bumi miring dengan sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.
4. Bulan purnama
Bulan purnama akan terjadi pada 25 Maret 2024. Saat ini terjadi, Bulan akan mencapai fase penuh.
Bulan purnama pada Maret juga dikenal dengan sebutan Worm Moon atau Bulan Cacing dalam penamaan Farmers' Almanac. Bukan tanpa alasan, ini karena Maret menandai tanah yang mulai menghangat dan tanda-tanda kehidupan pertama mulai kembali ketika cacing tanah, larva kumbang, dan belatung muncul dari dormansi musim dingin.
Pada malam-malam setelah 25 Maret, Bulan akan terbit sekitar satu jam lebih lambat setiap harinya dan menjadi menonjol di malam hari.
Dalam beberapa hari, Bulan hanya akan terlihat di langit menjelang fajar dan dini hari. Saat mencapai seperempat terakhir, seminggu setelah Bulan purnama, Bulan akan terbit di tengah malam dan terbenam sekitar tengah hari.
Pada saat mencapai fase penuh, Bulan akan terletak pada deklinasi 1°01'S di konstelasi Virgo. Itu akan terletak pada jarak 405.000 km dari Bumi.
Baca Juga: Anti Ribet! Cara Menyimpan Pesan Teks di Android dan iPhone
Gerhana Bulan Penumbra akan terjadi pada 25 Maret 2024. Bulan akan melewati bayangan Bumi antara pukul 11:53 hingga 16:32 WIB. Sayangnya, mungkin yang bisa menyaksikan fenomena ini hanyalah masyarakat Indonesia bagian timur.
Gerhana tersebut akan terlihat di lokasi mana pun di mana Bulan berada di atas cakrawala pada saat itu, termasuk di Amerika, Antartika, Alaska, dan Rusia timur laut.
Dengan kata lain, Bulan tidak akan terlihat dari Jakarta karena pada saat itu Bulan berada di bawah cakrawala.
Gerhana Bulan Penumbra terjadi ketika posisi Bulan, Matahari, dan Bumi sejajar, dan Bulan melewati daerah terluar bayangan Bumi yang disebut penumbra.
Ini adalah bagian terluar dari bayangan Bumi, di mana Bumi tampak menutupi sebagian piringan Matahri, sehingga akan membuat Bulan tampak kurang terang dari biasanya, namun tidak sepenuhnya gelap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Makin Sengit, Honor dan Redmi Bersaing Rilis HP Baterai Jumbo hingga 12.000 mAh
-
Motorola Razr Fold Segera ke Pasar Asia, Bawa RAM 12 GB dan 16 GB
-
6 HP Midrange Terbaru Gahar Bersiap ke Indonesia: RAM 12 GB, AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Bocoran Assassin's Creed Invictus Dibantah Ubisoft: Drama Kebenaran di Era AI
-
Xiaomi Unggah Teaser Redmi S: Kasta Misterius, Setara POCO X Series?
-
7 HP Snapdragon Terbaru yang Masuk Indonesia 2026, Spek Premium dan Performa Ngebut
-
Shokz OpenFit Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Headphone Open-Ear Canggih dan Baterai 50 Jam
-
Fans Timnas Merapat Rizky Ridho Hadir di Game Total Football VNG
-
Viral Homeless Media Bantah Kolaborasi dengan Bakom RI Qodari: Narasi hingga Indozone Buka Suara