Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dianggap bisa bikin manusia punah. Bahkan ancaman AI ini dianggap layaknya senjata nuklir.
Hal ini diungkap dalam laporan Pemerintah Amerika Serikat yang meneliti soal ancaman AI. Mereka mengatakan kalau AI generatif (teknologi tingkat lanjut dari AI) bisa mengganggu keamanan nasional.
“Munculnya AI dan AGI yang canggih berpotensi mengganggu stabilitas keamanan global dengan cara yang mirip dengan pengenalan senjata nuklir,” kata laporan itu, dikutip dari India Today, Selasa (12/3/2024).
AGI atau Artificial General Intelligence adalah sebuah konsep teknologi yang mampu melakukan tugas setara manusia, bahkan melebihinya.
Banyak pemimpin teknologi seperti CEO Meta Mark Zuckerberg, hingga CEO OpenAI Sam Altman berulang kali menyatakan kalau AGI adalah teknologi masa depan.
Meskipun sistem seperti itu belum ada saat ini, banyak ahli yang berpendapat kalau AGI akan menjadi kenyataan dalam lima tahun ke depan, bahkan lebih cepat.
Laporan ini meminta Pemerintah AS untuk mengambil tindakan cepat dan tegas untuk menghindari risiko AI yang semakin besar, khususnya pada ancaman keamanan nasional.
Riset tersebut dibuat oleh tiga peneliti yang bekerja sama dengan Pemerintah AS dalam kurun waktu setahun. Mereka turut melibatkan lebih dari 200 responden yang berasal dari pejabat pemerintah, pakar, hingga karyawan perusahaan teknologi seperti OpenAI, Google DeepMind, Anthropic, dan Meta.
Baca Juga: Nggak Gratis Lagi, Fitur Ai Samsung Bakal Dikenakan Biaya Rp250 Ribuan
Berita Terkait
-
Nggak Gratis Lagi, Fitur Ai Samsung Bakal Dikenakan Biaya Rp250 Ribuan
-
Indonesia Jadi Penguasa Pasar Smartphone se-Asia Tenggara, Oppo dan Xiaomi Bersaing Ketat
-
Google Pecat Karyawan yang Bela Palestina
-
Lagi Tren, UKWMS Turut Luncurkan Program Studi Informatika
-
MSI Luncurkan Rangkaian Laptop dan Gaming Handheld MSI Claw Terbaru
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Take-Two Buka Suara, Peluncuran GTA 6 Tak akan Alami Penundaan Lagi
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i 2026: Dukung RAM 32 GB, Intel Wildcat Lake, dan Layar 17 Inci
-
Xiaomi Smart Band 10 Pro Debut dengan Bodi Elegan: Mirip Apple Watch, Harga Murah
-
5 Pilihan HP RAM 12 GB Memori 256 GB Termurah, Libas Game Berat Modal Rp3 Jutaan
-
Asus ROG Siapkan Laptop Gaming AI Terbaru di Indonesia, Ada Zephyrus Duo Dual Screen dan RTX 5090
-
Samsung Kembangkan HP Layar Gulung, Bisa Jadi Pengganti Galaxy Z Fold?
-
Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI di Indonesia
-
Rupiah Anjlok, Harga Laptop Acer Kena Imbas
-
31 Kode Redeem FF Terbaru 22 Mei 2026: Amankan Final Shot Gerhana dan Skin SG2 Mengerikan
-
Apple Bikin Heboh dengan MacBook Neo Murah, Begini Respons Acer Indonesia