Suara.com - Federasi sepak bola internasional FIFA dilaporkan hampir sepakat dengan Apple untuk menjadikannya sebagai sponsor Piala Dunia Antarklub 2025 yang berlangsung selama sebulan.
Menurut tiga orang yang mengetahui masalah itu, Apple sepakat menjadi sponsor turnamen FIFA Club World Cup 2024 dengan nilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 16,2 triliun.
Angka ini memang lebih kecil dari target sponsor yang ditetapkan FIFA senilai 4 miliar Dolar AS atau Rp 64,8 triliun, sebagaimana dilaporkan Gadgets360, Selasa (23/4/2024).
Namun Apple bakal menjadi sponsor tunggal di turnamen sepak bola tingkat internasional tersebut, menjadikannya sebagai perusahaan pertama yang mendapatkan kontrak tunggal dari FIFA.
Menjadi sponsor FIFA tentu bakal menguntungkan Apple, khususnya untuk platform layanan streaming yang dikenal sebagai Apple TV+. Sebab perusahaan pembuat iPhone itu bakal mendapatkan hak siar dari turnamen Piala Dunia Antarklub 2025.
Kerja sama FIFA itu juga akan menambah pelanggan baru untuk platform Apple TV Plus tersebut.
Namun sebagian petinggi FIFA khawatir kalau kerja sama itu berbuah monopoli untuk Apple. Pasalnya, turnamen itu kemungkinan hanya disiarkan di platform Apple TV Plus.
Belum lagi para sponsor juga masih ragu-ragu untuk memberikan biaya 150 juta Dolar AS atau Rp 2,4 triliun untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia Antarklub 2025.
Itu artinya para penonton harus membayar biaya langganan Apple TV+ karena aplikasi tersebut tidak bisa dinikmati sebelum berlangganan. Dengan demikian, mereka tak bisa menonton turnamen sepak bola itu secara gratis.
Baca Juga: Tentara Korea Selatan Dilarang Pakai iPhone, Dituding Ancam Data Pribadi
Sayang Apple dan FIFA menolak mengomentari rumor hak siar tersebut.
Untuk diketahui, harga langganan Apple TV+ di Indonesia dibanderol Rp 99.000 per bulan. Apple sebenarnya masih memberikan penawaran gratis untuk platform tersebut, namun ada syaratnya.
Mereka yang ingin Apple TV+ gratis harus membeli perangkat baru Apple dan mendapatkan uji coba selama tiga bulan. Apple juga masih menyediakan percobaan gratis selama tujuh hari, tapi harus dilanjutkan berlangganan.
Berita Terkait
-
Tentara Korea Selatan Dilarang Pakai iPhone, Dituding Ancam Data Pribadi
-
Bung Towel Ditantang Ngurus Klub, Ekspresinya Disorot
-
Polemik Sanksi Berat FIFA untuk PSS Sleman, Sports Lawyer Internasional Bocorkan Penyebabnya
-
Usai Apple, CEO Microsoft Juga Akan Temui Jokowi dan Prabowo di Indonesia
-
Apple Gandeng Startup Perancis Demi iPhone 16, Diprediksi Memperkaya Teknologi AI Generatif
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu