Perplexity AI adalah chatbot yang berfokus pada penelitian dengan CEO perusahaan yang merupakan alumni OpenAI. Antarmuka penggunanya yang sederhana mengingatkan pada ChatGPT, tetapi tidak memerlukan login awal untuk mengujinya.
Pengguna cukup mengetik pertanyaan atau mengklik salah satu topik yang disarankan yang tersedia untuk memulai percakapan.
Akses Perplexity mencakup beberapa tingkatan. Seperti kebanyakan chatbot, tingkatan gratis dan berbayar menggunakan model bahasa yang berbeda. Tingkat gratis didasarkan pada model GPT-3.5 OpenAI dan juga menggunakan model pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk melatih chatbot.
Sementara itu, Perplexity Pro menggunakan campuran GPT-4, Claude 3, Mistral Large, Llama 3 dan model Experimental Perplexity untuk proses yang berbeda.
Selain ChatGPT, Microsoft Copilot dianggap sebagai salah satu pesaing terdekat Perplexity.
4. Chatsonic
Chatsonic adalah alternatif ChatGPT menarik yang ditawarkan oleh Writesonic untuk bantuan menulis dan pembuatan konten. Perusahaan ini menawarkan beberapa ekstensi gratis yang berfungsi di browser Google Chrome, versi web ChatGPT, Gmail, dan X (Twitter).
Opsi pendaftarannya dimulai dengan tingkat gratis dengan tawaran satu kali sebesar 25 kredit untuk mencoba layanan Chatsonic dan Writesonic.
Mirip layanan lainnya, Chatsonic saat ini didasarkan pada GPT-3.5 LLM untuk versi gratisnya, GPT-4 LLM dan Claude 3 Opus untuk tingkatan berbayarnya, serta model pembuatan gambar DALL-E dan Stable Diffusion.
Baca Juga: Jangan Galau Subscene Tutup! Ini 8 Situs Alternatif Pengganti Buat Download Subtitle Gratis
Layanan ini lebih mengutamakan langganan berbayar, yang mencakup banyak fasilitas, seperti pemeriksa plagiarisme dan kemampuan untuk memasukkan dokumen, gambar, file audio, dan URL ke dalam obrolan.
5. Character.AI
Character.AI adalah layanan chatbot yang menjadi sangat populer di awal 2023 ketika ChatGPT mengalami masalah kapasitas. Pengguna berbondong-bondong ke layanan dengan model yang menarik untuk beristirahat sejenak sementara OpenAI mengatur bandwidthnya.
Perusahaan ini dijalankan oleh mantan pengembang Google LaMDA LLM dan Meena chatbot, namun tim tidak menjelaskan apakah Character.AI didasarkan pada teknologi ini.
Meskipun demikian, premis layanan ini sederhana, karena pengguna dapat berkomunikasi satu lawan satu dengan karakter yang mungkin didasarkan pada orang-orang terkenal, karakter fiksi dari buku, video game, acara TV atau film, atau orang yang konseptual seperti guru, terapis atau pelatih.
Selain itu, pengguna juga dapat membuat dan melatih karakter, memberi mereka kepribadian seperti manusia, dan memperkenalkan mereka ke komunitas Character.AI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony