Suara.com - Lebih dari 1.000 orang berisi gabungan mahasiswa dan pekerja muda menolak bekerja di Google dan Amazon. Pasalnya, dua perusahaan teknologi ini memiliki kerja sama dengan Pemerintah Israel.
Kelompok ini menyatakan deklarasi untuk tidak bekerja di Google dan Amazon. Sebab keduanya dinilai berkontribusi atas genosida Israel kepada warga Palestina.
Kampanye ini digencarkan oleh No Tech for Apartheid (NOTA), sebuah koalisi pekerja yang menuntut perusahaan teknologi besar membatalkan kontrak mereka dengan pemerintah Israel yang disebut Proyek Nimbus.
"Sebagai generasi muda dan pelajar di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math), kami menolak untuk mengambil bagian dalam pelanggaran yang mengerikan ini," tulis petisi NOTA itu.
"Kami bergabung dengan kampanye #NoTechForApartheid untuk menuntut Amazon dan Google segera mengakhiri Project Nimbus," lanjut petisi tersebut, dikutip dari Engadget, Kamis (20/6/2024).
Diketahui Google dan Amazon memenangkan kontrak senilai 1,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 19,6 triliun untuk Proyek Nimbus.
Keduanya bakal menyediakan fasilitas seperti komputasi awan (cloud), pembelajaran mesin (machine learning), dan teknologi kecerdasan buatan (AI) kepada Pemerintah dan Militer Israel.
Juru bicara Google sebelumnya sempat membantah kalau Project Nimbus ini berkaitan dengan pekerjaan yang sangat sensitif, rahasia, atau militer yang relevan dengan senjata atau badan intelijen.
Adapun kelompok mahasiswa yang mendeklarasikan tolak kerja di Google dan Amazon ini adalah gabungan sarjana dan pascasarjana dari Stanford, UC Berkeley, University of San Francisco, dan San Francisco State University
Baca Juga: Cara Mengisi Baterai Cepat di HP dengan Android 15
Berita Terkait
-
Cara Mengisi Baterai Cepat di HP dengan Android 15
-
Transfer Obrolan di WhatsApp Bakal Bisa Lewat Kode QR
-
Mengenal Clash of Champions: University War Versi Indonesia, Ajang Mahasiswa IPK Sempurna Adu Kepintaran
-
AS Dituduh Tipu Palestina dalam Mediasi Gencatan Senjata di Gaza, Ini Alasannya
-
Link Ujian Kepekaan Terbaru, Tes Mudah Lewat Google Form Langsung Ada Hasilnya
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
HP Flagship Harga Miring, Redmi K100 Siap Usung Layar 185 Hz dan Chip Kelas Atas
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 10 Juni 2026: Ada Jersey Piala Dunia dan SG2 Golden
-
5 HP Android Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Alternatif iPhone Versi Murah
-
400 Kota Terkoneksi dan 5G Blanket Mulai Digelar, Smartfren Perkuat Dominasi Jaringan
-
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar 2026, Computex Hadirkan Inovasi Robot Masa Depan
-
Terpopuler: 5 HP Oppo Terbaru untuk Semua Budget, Tablet Rp2 Jutaan Terbaik
-
Acer Perkenalkan AI Glasses dan Kacamata AR, Hadirkan Layar Virtual 172 Inci
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Juni 2026: Borong 5 Juta Koin dan Klaim Kompensasi
-
Generasi Produktif Butuh Laptop Fleksibel, Infinix XBOOK 15 Siap Temani saat Kejar Deadline
-
49 Kode Redeem FF Terbaru 9 Juni 2026: Borong Diskon 80 Persen dan Jersey Bola Keren