- BEI dan KSEI meluncurkan data kepemilikan saham perusahaan di atas 1 persen pada Selasa sore (3/3/2026) berdasarkan mandat OJK.
- Kebijakan ini meningkatkan transparansi pasar modal dari sebelumnya hanya memantau saham kepemilikan di atas 5 persen.
- Investor dapat mengakses data kepemilikan saham baru tersebut melalui situs resmi IDX, laporan bulanan, atau aplikasi sekuritas terintegrasi.
Suara.com - Tepat pada Selasa sore (3/3/2026), pasca penutupan perdagangan harian, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi meluncurkan data kepemilikan saham perusahaan tercatat dengan ambang batas di atas 1 persen.
Kebijakan ini merupakan lompatan besar, mengingat sebelumnya publik hanya bisa memantau pergerakan pemegang saham mayoritas dengan porsi di atas 5 persen.
Langkah strategis ini bukan sekadar inisiatif internal bursa, melainkan manifestasi dari Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026.
Regulasi tersebut menetapkan KSEI dan BEI sebagai garda terdepan dalam penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada masyarakat luas.
Dengan adanya basis hukum yang kuat, integritas data yang disajikan diharapkan mampu menjadi acuan valid bagi para pelaku pasar.
Akses Tanpa Batas bagi Investor Ritel
Melalui kebijakan ini, publik kini memiliki "mata" yang lebih tajam dalam memantau struktur pemegang saham sebuah emiten.
Transparansi yang lebih dalam ini memungkinkan investor ritel untuk melihat siapa saja sosok atau institusi yang memiliki pengaruh signifikan di balik sebuah perusahaan, meskipun porsinya tidak sampai menjadi pengendali.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kemudahan akses menjadi prioritas utama dalam peluncuran layanan data ini.
Baca Juga: IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
"Per sore ini pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1 persen itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX. Data tersebut disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui website IDX," ujar Jeffrey Hendrik.
Sesuai dengan mandat OJK, informasi krusial ini akan disediakan oleh KSEI dan diperbarui secara berkala setiap bulan melalui kanal komunikasi resmi BEI.
Hal ini memastikan bahwa publik mendapatkan gambaran yang akurat mengenai dinamika perubahan kepemilikan saham yang terjadi di bursa.
Cara Mengakses Data Kepemilikan Saham
Bagi Anda yang ingin mendalami struktur pemegang saham sebuah emiten, pemerintah telah menyediakan beberapa jalur akses yang mudah dan terstruktur.
Mengingat target audiens pasar modal saat ini didominasi oleh kelompok usia 18-45 tahun yang melek teknologi, aksesibilitas digital menjadi kunci utama.
Berita Terkait
-
Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Perang Iran-AS Terus Bergulir, IHSG Makin Merosot ke Level 7.939
-
Perkuat Ekosistem Trading, Perusahaan Broker Global Tempuh Jalan Transformasi
-
IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan
-
IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini
-
Eks Kepala BGN Diperiksa Kejagung, Punya Tunjangan Fantastis dan Fasilitas Setingkat Menteri
-
Sederet Penyebab IHSG Ambruk Hingga 5 Persen
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani
-
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000