Suara.com - Menuai kritik pedas gegara nama aplikasi SiPEPEK, pemerintah kabupaten Cirebon akhirnya memutuskan untuk melakukan perubahan.
Aplikasi tersebut kini berganti nama menjadi SiPEPEG. Bukannya disambut hangat oleh netizen, nama baru ini justru menuai nyinyiran dari netizen.
Sebelumnya, pemerintah kabupaten Cirebon menghadirkan SiPEPEK yang merupakan aplikasi khusus untuk sistem pelayanan program penanggulangan kemiskinan dan jaminan kesehatan.
Program pemerintah ini bisa diakses di laman resmi pemerintah atau aplikasi khusus. Terlepas dari fungsinya, aplikasi ini justru menjadi sorotan karena nama yang digunakan dianggap tidak pantas digunakan di institusi pemerintahan.
Dalam cuitan salah satu netizen, pemerintah kabupaten Cirebon baru-baru ini memutuskan untuk mengganti nama aplikasi SiPEPEK menjadi SiPEPEG. Perubahan nama aplikasi ini sama sekali tidak mengganti program yang diberlakukan.
Perubahan nama aplikasi SiPEPEK menjadi SiPEPEG ini langsung saja menjadi perbincangan hangat hingga menuai berbagai komentar di X. Banyak yang masih menganggap bahwa nama baru situs tersebut tidak jauh berbeda dari sebelumnya dan memiliki makna yang sama.
"Asli deh, kenapa namanya jelek-jelek banget" balas netizen.
"Gaes, ini tuh hasil buah pemikiran anak bangsa yang sudah berhasil melewati tes CPNS. Jadi sudah pasti ini adalah hasil yang terbaik" komentar akun lainnya.
"Siapa sih yang ngide buat namanya, apa gak bisa nilai ya? Itu nama sejelek itu" ungkap netizen.
Baca Juga: Nathalie Holscher Marah karena Uang Saweran: Kayak Mana Sih Modelnya
"Malu-maluin banget, manifesting ganti kewarganegaraan Jepang" tulis akun lainnya membalas.
Kritik pedas netizen terkait nama baru situs SiPEPEK menjadi SiPEPEG ini masih menjadi perbincangan hangat di X. Hingga kini, pemerintah kabupaten Jepang masih belum memberikan konfirmasi resminya.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Truk Tangki Viral: Sopir Masih Terjepit, Warga Malah Menjarah Minyak
-
Jawaban Bijak Aaliyah Massaid Hadapi Hujatan Netizen Bikin Thariq Makin Jatuh Cinta: Sabarnya Seluas Samudera
-
Penemuan Mengejutkan, Teater Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Peru
-
Microsoft Tumbang di 19 Juli: Windows Blue Screen Menggema di X
-
Fuji Bongkar Rahasia Hemat Uang Jajan 30 Ribu, Netizen Ikut Curhat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh
-
4 HP Redmi RAM Besar dan Kamera Terbaik 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI