Suara.com - Belum lama ini, publik dibuat geger dengan video kabar yang menyebut bahwa Indonesia rawan terkena gempa megathrust. Memicu banyak ketakutan, apa itu gempa megathrust?
Kepala Pusat Gempa Bumi & Tsunami BMKG, Daryono menyebut bahwa kekhawatiran ilmuwan Jepang mengenai Megahthrust Nankai sama dengan apa yang dirasakan oleh ilmuwan Indonesia.
Hal ini terkait dengan Seismic Gap di kawasan megathrust Selat Sunda dan megathrust Mentawai-Suberut yang berada di kawasan tersebut. Begitu mengerikan sehingga patut diwaspadai, apa itu gempa megathrust?
Gempa megathrust adalah gempa Bumi berkekuatan tinggi yang terjadi di zona subduksi. Kondisi ini terjadi saat salah satu lempeng tektonik Bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya.
Alhasil kedua lempeng ini saling bergesek hingga menyebabkan penumpukan regangan antara dua lempeng yang kemudian menyebabkan gempa megathrust berkekuatan besar dan dahsyat.
Berdasarkan posisinya, zona subduksi gempa megathrust berada di kawasan Samudra Pasifik. Sebagian besar lokasi zona ini, lempeng benua menimpa lempeng samudra di bawah laut.
Di Indonesia, zona megathrust berada di beberapa wilayah dan dikenal sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Beberapa di antaranya adalah subduksi Sunda di kawasan Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sumba.
Selanjutnya adalah subduksi lempeng Laut Maluku, subduksi Sulawesi, subduksi lempeng laut Filipina dan subduksi utara Papua. Dari deretan zona subduksi ini, BMKG dan BPBP memprediksi bahwa zona paling aktif berada di kawasan selatan Jawa.
Sangat jarang menemukan gempa berkekuatan besar yang muncul dari zona subduksi. Biasanya gempa yang muncul berkekuatan kecil namun terjadi dalam waktu dan durasi yang cukup cepat.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Megathrust, Apa yang Perlu Dilakukan Saat Gempa?
Daryono dalam keterangan resminya menyebut bahwa terjadinya gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. Sayangnya, hal ini tidak bisa diprediksi, karena itu butuh mitigasi bencana yang sigap oleh masyarakat terkait ancaman ini.
Berita Terkait
-
Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Perlu Disiapkan di Tengah Ancaman Gempa Megathrust
-
Gempa Megathrust: Benarkah Indonesia Siap Hadapi?
-
Jangan Anggap Sepele Peringatan Gempa Megathrust, Pemerintah Mestinya Contek Jepang
-
Viral Gempa Megathrust, Ini 3 Gempa Besar yang Pernah Terjadi di Indonesia
-
Gempa Megathrust Terbesar Dunia Modern Terjadi Era Soekarno, Ini Sejarahnya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
5 HP Baterai Jumbo Tahan Seharian, Gak Perlu Sering Ngecas!
-
Siap Rilis, Oppo Find X9s Usung Tombol Khusus dan Kamera Premium 50 MP
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Kritik Manajer Riot Games ke IGRS: Keamanan Rentan, SDM Komdigi Sedikit dan Tak Memadai
-
LG Pamer Teknologi Zero Labour di InnoFest 2026, Rumah Pintar Serba Otomatis
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Spek Ideal Buat Multistasking Berat dan Produktivitas
-
7 HP POCO RAM 8 GB Kamera Bagus Super Jernih, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP OPPO dengan NFC Termurah, Performa Kencang dan Tahan Banting
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi