Suara.com - Pekan lalu, gempa berkekuatan 7,1 magnitudo memicu ancaman tsunami terjadi di Jepang. Gempa ini terjadi pada pukul 14.42 dan diketahui berasal dari Megathrust Nankai, yang dikenal mampu memicu gempa besar.
Sehubungan dengan hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat tentang potensi gempa megathrust di Indonesia. Ada dua megathrust yang telah lama tidak melepaskan energinya, yang membuat situasi ini patut diwaspadai.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebutkan bahwa ada dua megathrust di Indonesia yang serupa Nankai, yaitu zona sumber gempa potensial yang sudah lama tidak melepaskan energinya selama puluhan atau bahkan ratusan tahun, yang disebut sebagai seismic gap.
Di Indonesia, seismic gap ini terdapat di Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Siberut (M8,9).
Daryono menyatakan bahwa "Pelepasan gempa di kedua segmen megathrust ini hanya masalah waktu, karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum mengalami gempa besar." Sudah lebih dari dua abad sejak gempa besar terakhir terjadi di kedua megathrust tersebut.
Sejarah Gempa Megathrust
Sejarah mencatat gempa paling besar yang pernah terjadi adalah gempa Valdivia, Chili pada 1960 dengan kekuatan SR 9,5-9,6. Di Indonesia, gempa dengan guncangan paling besar terjadi saat Tsunami Aceh 2004 dengan kekuatan SR 9.3.
Melansir informasi dari National Geophysical Data Center Chile, Gempa Valdivia Chili. Pada tanggal 22 Mei 1960, gempa bumi terbesar yang pernah tercatat secara instrumental, terjadi di lepas pantai Chili bagian selatan. Gempa bumi ini menghasilkan tsunami yang merusak tidak hanya di sepanjang pantai Chili, tetapi juga melintasi Pasifik di Hawaii, Jepang, dan Filipina.
Gempa bumi didahului oleh empat gempa lainnya, termasuk SR 8,2 pada 21 Mei yang menyebabkan kerusakan parah di daerah Concepción dan menyebabkan tsunami kecil. Banyak gempa susulan setelahnya. Lima gempa susulan terbesar berkekuatan SR 7,0 berlangsung hingga 1 November 1960.
Baca Juga: Geliat Cincin Api Pasifik, Ini 5 Gempa Bumi Dahsyat yang Pernah Guncang Jepang
Zona pecah diperkirakan mencapai sekitar 1.000 km dari Lebu ke Puerto Aysen. Jumlah korban jiwa di Chili yang terkait dengan gempa bumi dan tsunami diperkirakan antara 490 dan 5.700 orang.
Pemerintah Chili memperkirakan 2 juta orang yang selamat kehilangan tempat tinggal dengan kerugian mencapai USD 550 juta (sekitar Rp8 triliun). Tidak sampai di situ, dampak gempa Chili juga meluas hingga ke wilayah Hawaii dan Jepang di Asia.
Di Indonesia, arsip di Museum Tsunami Aceh menyebutkan pada tanggal 26 Desember 2004 silam, sekira pukul 07.58 WIB, terjadi sebuah gempa dahsyat yang melanda Aceh.
Gempa berkekuatan 9.3 skala richter (SR) ini menyebabkan serangkaian tsunami dahsyat di sepanjang daratan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Aceh merupakan daerah yang terkena dampak paling parah selain Sri Lanka, Thailand, dan India.
Banyak korban jiwa dalam bencana ini, bahkan sampai menyentuh pada angka 170.000 jiwa. Oleh karena itu, Museum Tsunami Aceh dibuat untuk mengenang korban dari tsunami Aceh tersebut, sekaligus tempat edukasi dan pusat evakuasi ketika bencana.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
BMKG Peringatkan Potensi Megathrust, Apa yang Perlu Dilakukan Saat Gempa?
-
California Diguncang Gempa 4,4 Magnitudo, USGS Jelaskan Kondisi Terkini di Los Angeles
-
Waspada! Ini Dampak Gempa Megathrust Dahsyat yang Mengancam Indonesia
-
Geliat Cincin Api Pasifik, Ini 5 Gempa Bumi Dahsyat yang Pernah Guncang Jepang
-
Terungkap Video Gempa Jepang 7,1 SR, Orang-orang Mencari Perlindungan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi