- Menurut IDC, pengiriman PC global diproyeksikan turun hingga 9 persen pada 2026 karena krisis pasokan chip memori.
- Krisis terjadi sebab permintaan memori kelas atas melonjak tajam untuk pembangunan pusat data dan server kecerdasan buatan (AI).
- Kenaikan harga PC berpotensi mencapai 8 persen, menekan penjualan konsumen sekaligus mengancam merek-merek PC kecil.
Suara.com - Pasar komputer global diprediksi akan memasuki fase sulit pada 2026.
Laporan terbaru dari lembaga riset IDC mengungkapkan bahwa pengiriman PC berpotensi turun hingga 9 persen, jauh lebih buruk dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Mengutip laporan yang dilansir Gizchina, Sabtu (3/1/2026), para analis menilai dalam skenario paling optimistis sekalipun, pasar PC tetap akan mengalami penyusutan.
Ini menandai perubahan drastis dari perkiraan sebelumnya yang hanya memprediksi penurunan ringan.
Ledakan AI Jadi Biang Kerok
Akar masalah dari pelemahan pasar ini bukan datang dari minimnya minat konsumen, melainkan dari krisis pasokan chip memori.
Sejak pertengahan Oktober, ketersediaan chip memori mengalami penurunan tajam dan kali ini bukan sekadar siklus pasar biasa.
Lonjakan besar pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuat raksasa teknologi global memborong hampir seluruh pasokan memori kelas atas untuk membangun pusat data dan server AI.
Karena komponen tersebut memberikan margin keuntungan lebih tinggi, produsen chip memilih mengalihkan produksi dari memori untuk laptop dan PC konsumen.
Baca Juga: Lebih dari 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI saat Sedih, Fenomena Baru di Era Digital
IDC memperingatkan, kondisi ini bukan masalah jangka pendek. Kekurangan memori diprediksi bisa berlangsung bertahun-tahun seiring semakin panasnya persaingan AI global.
Harga Naik, Konsumen Menahan Diri
Dampak krisis memori tidak hanya menghantam PC, tetapi juga pasar smartphone. Memori merupakan salah satu komponen paling mahal, terutama pada ponsel kelas menengah.
Untuk menekan biaya, produsen diperkirakan akan menaikkan harga atau merilis ponsel dengan kapasitas memori lebih kecil.
Akibatnya, IDC memprediksi penjualan smartphone bisa turun sekitar 5 persen, karena konsumen memilih mempertahankan perangkat lama daripada membeli ponsel baru yang lebih mahal dengan spesifikasi lebih rendah.
PC AI Terjebak di Waktu yang Salah
Ironisnya, tekanan ini datang di saat industri komputer tengah gencar memasarkan PC berbasis AI. Perangkat jenis ini justru membutuhkan memori besar agar fitur AI dapat berjalan optimal.
Sebagai contoh, beberapa fitur AI terbaru Microsoft bahkan mensyaratkan minimal 16GB RAM. Namun di tengah naiknya harga memori, PC AI otomatis menjadi lebih mahal.
IDC mencatat harga PC baru berpotensi melonjak hingga hampir 8 persen, membuat konsumen merasa harus membayar semacam “pajak AI” untuk fitur yang belum tentu mereka butuhkan saat ini.
Raksasa Bertahan, Pemain Kecil Tertekan
Dalam situasi penuh tekanan ini, pemain besar seperti Dell, HP, dan Lenovo berada di posisi lebih aman. Mereka memiliki modal kuat dan kontrak jangka panjang untuk mengamankan pasokan komponen.
Sebaliknya, merek kecil, perakit PC independen, hingga pasar PC gaming rakitan diprediksi akan menghadapi tantangan paling berat akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga.
Padahal, tahun 2026 sempat diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan pasar PC berkat berakhirnya dukungan Windows 10.
Namun kini, harapan itu terancam berubah menjadi realitas pahit, yakni stok terbatas, harga lebih mahal, dan pasar yang kian menyempit.
Tag
Berita Terkait
-
10 Prompt Gemini AI Edit Foto Bersama Ibu, Siap Pakai untuk Rayakan Hari Ibu Besok
-
Ponsel Murah Terancam Punah Tahun 2026, Apa itu Krisis RAM?
-
CEO Baru Mozilla Fokuskan Firefox pada AI yang Transparan dan Terpercaya
-
Percakapan AI Pengguna Diduga Dijual Lewat Ekstensi Browser
-
Cara Mudah Mengakses Komputer Lain dari Mac
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
50 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari: Raih Paket Ramadhan 115-117 dan Voucher
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari: Sikat Evo Scorpio, Trogon, dan Tiket Luck Royale
-
5 HP dengan Video Stabilizer Rp2 Jutaan, Kamera Anti Goyang
-
Meta Geser Fokus ke Mobile: Horizon Worlds Tinggalkan VR, Siap Tantang Roblox dan Fortnite?
-
HP Compact Flagship 2026 Makin Digemari di Indonesia, Berkat Performa Gahar dan Desain Ergonomis
-
Cara Kerja Smartwatch Garmin Ubah Data HRV dan Sleep Jadi Riset Medis Berbasis AI
-
LG Perkuat Edukasi Cuci Higienis, Andalkan Fitur Allergy Care hingga TurboWash 360
-
5 HP Murah Rp1 Jutaan Serasa Rp3 Jutaan: RAM Besar, Kamera Jempolan
-
OPPO Indonesia Gelar Make Your Moment 2026 di 9 Kota, Ajak Masyarakat Tebar #1Hari1Kebaikan
-
Smartfren Gelar Promo #RamadanNyaman 1447 H, Ada Double Kuota dan Fitur Sisa Kuota Tak Hangus