Suara.com - Setelah terdaftar di situs sertifikasi, HMD Barbie akhirnya meluncur pada Rabu (28/08/2024). Seperti namanya, ponsel ini mempunyai desain bodi bertema Barbie.
Perangkat merupakan HP lipat konvensional bermodel clamshell. Engsel untuk melipat tak bersinggungan langsung dengan layar utama mengingat perangkat tersebut bukan seperti Galaxy Z Flip atau Oppo Find N Flip.
HMD Barbie adalah 'HP lipat' jadul dengan fitur terbatas. Gadget ini tergolong sebagai Feature Phone atau ponsel fitur. Merek HMD dan Nokia kompak merilis banyak ponsel fitur pada 2024.
Sebelumnya, Nokia juga telah meluncurkan beberapa perangkat terbaru yaitu Nokia 215 4G (2024), Nokia 225 4G (2024), dan Nokia 235 4G (2024). Mereka mengenalkan ponsel fitur untuk membantu pengguna dalam melakukan detoksifikasi digital.
"Ponsel menyenangkan ini dapat menjadi teman sempurna untuk memutuskan hubungan secara digital di malam hari. Ini memungkinkan Gen Z yang bosan dengan media sosial untuk beralih gaya dan melakukan detoksifikasi digital. Dan di Afrika, India, Timur Tengah, dan negara-negara tertentu di APAC, ketiga perangkat tersebut memiliki Cloud Apps yang akan menghadirkan fitur-fitur cerdas ke ponsel fitur dengan harga terjangkau," tulis HMD Global saat merilis kembali ponsel fitur Nokia beberapa waktu lalu.
Dikutip dari NDTV, HMD Barbie Phone memiliki layar utama QVGA 2,8 inci. Selain itu, ponsel turut dilengkapi layar cover QQVGA 1,77 inci.
Layar bagian luar juga berfungsi sebagai cermin. Terkait jeroan, ponsel mengandalkan chipset Unisoc T107 SoC yang dipasangkan dengan RAM 64 MB dan penyimpanan internal 128 MB.
Penyimpanan tersebut dapat diperluas hingga 32 GB melalui slot MicroSD. Terkait software, HMD Barbie menjalankan OS S30+ dengan UI bertema Barbie.
Papan tombol HMD Barbie Phone hadir dalam nuansa merah muda khas Barbie dengan desain pohon palem, hati, dan flamingo tersembunyi yang menyala dalam gelap. Pengguna akan disambut dengan suara "Hi Barbie" saat menghidupkan ponsel. Perangkat ini telah dilengkapi dengan game Malibu Snake bertema pantai.
Baca Juga: Xiaomi Tambahkan 6 HP ke Dalam Daftar Ponsel Mati
Soal optik, HMD Barbie Phone membawa kamera belakang 0,3 megapiksel bersam flash LED. Harga HMD Barbie dibanderol sebesar 129 dolar AS atau Rp 1.990.000 (kurs 1 dolar Rp 15.427). HMD Barbie masih dipasarkan terbatas di Eropa dan Amerika Serikat. Belum diketahui terkait ketersediaan secara global termasuk ke Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bal by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah