Suara.com - Xiaomi meluncurkan pembaruan system HyperOS secara strategis dan melewatinya melalui proses yang ketat untuk memastikan tidak hanya memberikan stabilitas, tetapi juga penerimaannya dari pengguna.
Dilansir dari Xiaomi Time pada Sabtu (7/9/2024), Xiaomi mengadopsi strategi pembaruan untuk Xiaomi HyperOS 2.0. Jika pengguna Xiaomi penasaran, berikut ini alur yang diterapkan perusahaan:
1. Grayscale
Grayscale sebenarnya adalah istilah yang diberikan untuk tindakan Xiaomi dalam meluncurkan pembaruan ke sejumlah kecil pengguna yang terkendali.
Sesuai dengan namanya, dalam fase ini hanya sejumlah kecil pengguna yang mendapatkan pembaruan. AVB terkendali semacam ini akan memungkinkan perusahaan melihat kinerja pembaruan dalam kehidupan nyata sebelum menjangkau masyarakat umum.
Dengan membatasi jumlah pengguna, Xiaomi dapat mengidentifikasi masalah kritis dengan cepat tanpa harus membayar.
Strategi ini penting karena memungkinkan Xiaomi mendeteksi dan memperbaiki kemungkinan bug atau masalah kinerja sejak awal dalam proses, yang hanya akan berdampak lebih kecil pada basis pengguna yang sedikit.
2. Dorongan terarah
Strategi pembaruan selektif lainnya adalah "dorongan terarah", tetapi dengan fokus yang berbeda. Istilah ini sebagian besar digunakan untuk pembaruan yang ditujukan bagi kelompok sasaran, seperti perangkat karyawan atau unit tinjauan media.
Baca Juga: Xiaomi Hadirkan Fitur Super Summary di HyperOS 2.0, Sudah Bisa Dicoba!
Sering kali, ini merupakan bagian dari fase pengujian dan dilengkapi dengan fitur atau perubahan yang belum siap untuk disebarkan ke pengguna umum.
Dorongan terarah membantu Xiaomi mengumpulkan umpan balik dari tim internal atau mitra media tepercaya sebelum didistribusikan secara lebih luas.
3. Pengujian internal versi resmi
Sebelum dirilis ke publik, pembaruan akan melalui fase pengujian internal versi resmi. Pengguna yang ingin menjadi bagian dari pengujian internal Xiaomi dapat mengajukan izin untuk menguji fase ini.
Jika diterima, pengguna akan mendapatkan paket pembaruan awal. Jika tidak ada masalah kritis, pembaruan dapat dilanjutkan ke pengujian publik.
Strategi ini adalah tahap yang sangat penting untuk menutup bug atau masalah di menit-menit terakhir yang mungkin tidak terlihat sebelumnya dalam fase pengujian. Ini memastikan pembaruan telah disempurnakan semaksimal mungkin sebelum menjangkau khalayak yang lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tecno Spark Go 3 Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Desain Tangguh, Baterai Jumbo, dan Fitur AI
-
Sisa Kuota Kini Bisa Hidup Lebih Lama: SIMPATI Resmi Hadirkan Fitur Akumulasi Kuota
-
33 Kode Redeem FC Mobile 31 Januari 2026 Terbaru Malam Ini, Banjir Gems dan Voucher TOTY
-
Galaxy AI Telah Ubah Cara Kita Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas
-
45 Kode Redeem FF 31 Januari 2026 Malam Ini, Ada Item Gorengan Kemeja PUBG Gratis
-
REDMI Note 15 Resmi Hadir di Indonesia, Usung Ketahanan Ekstra dan Performa Seimbang
-
Dari Transaksi Harian ke Perjalanan Global Lewat Integrasi Program Poin
-
Oppo A6t Series Resmi Debut di Indonesia, Bawa Baterai Jumbo 7000mAh, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Siapa Saja Roster MPL ID Season 17? Intip Bocoran Pemain dan Jadwal Pertandingannya
-
realme P4 Power 5G Resmi Meluncur, Buka Era Baru Smartphone dengan Baterai 10.001mAh